Kredit Pendidikan Nol Persen Belum Bisa Direalisasikan

Oleh: Dhita Seftiawan
11 April, 2018 – 09:45


Ilustrasi/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Kredit pendidikan nol persen belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, pemerintah belum memiliki dana untuk disuntikkan kepada bank milik negara yang siap mengeluarkan produk tersebut.

Bank Tabungan Negara (BTN) menetapkan bunga kredit pendidikan sebesar 6,5% per tahun, sedangkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) belum menentukan bunga yang akan dibebankan kepada nasabah.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, pemerintah akan mengupayakan bunga nol persen. Menurut dia, bunga 6,5% yang ditetapkan BTN masih bisa berubah jika dirasa terlalu memberatkan calon nasabah.

Ia berharap, perbankan tidak memungut bunga lebih besar dari suku bunga Bank Indonesia yang sebesar 6%.

 “Ini lah lagi diolah, sistemnya apakah memungkinkan untuk nol persen? Saya rasa kalau negara mau melakukannya, serba mungkin semua. Nah caranya bagaimana? Nanti Menko Perekonomian yang akan mengaturnya. Saya ingin bunga banknya (kredit pendidikan) lebih rendah dari yang sekarang. Lebih rendah dari suku bunga BI saat ini,” kata Nasir dalam peluncuran Kredit Pendidikan BTN, di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Selasa, 10 April 2018.

Saat ini, baru BTN dan BRI yang mengeluarkan produk kredit pendidikan untuk nasabah yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan tinggi. BTN menyediakan plafon pinjaman hingga Rp 200 juta, sedangkan BRI maksimal sebesar Rp 150 juta.

Nasir menegaskan, pemerintah akan mengajak bank lain, terutama bank nasional untuk mengeluarkan produk kredit pendidikan. 

“Kalau aturan dari bank itu menguntungkan mahasiswa, maka akan bertahan. Tapi saya terus terang mengapresiasi pertemuan hari ini. Tidak hanya launching saja, tapi sekaligus eksekusi terhadap pinjaman kredit pendidikan. Saya juga akan berkoordinasi dengan Kopertis agar mahasiswa di PTS bisa menggunakan fasilitas kredit pendidikan,” ujarnya.

Pendidikan kebutuhan dasar

Direktur Utama BTN Maryono menyatakan, bunga 6,5% flat sampai 5 tahun. Pinjaman tersebut diluncurkan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurut dia, langkah strategis ini juga digelar untuk mencapai target penyaluran kredit perseroan pada 2018.

Maryono menuturkan, saat ini, masyarakat Indonesia tak hanya menempatkan hunian sebagai kebutuhan primer. Tetapi juga mulai menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan dasar.

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan pendidikan masih terhalang masalah tingkat ekonomi masyarakat Indonesia.

Melalui kredit pendidikan ini, kami ikut berpartisipasi memenuhi kebutuhan pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Kami akan menggandeng 101 universitas untuk mempermudah masyarakat mengakses kredit pendidikan BTN dan hari ini ada 23 Perguruan Tinggi yang telah siap untuk menandatangani kerja sama. Ke depannya, kami juga akan terus bermitra dengan perguruan tinggi lainnya,” ujarnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per akhir 2017 menunjukkan, hanya 8,15% dari penduduk berumur 15 tahun ke atas yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

BPS juga merekam adanya ketimpangan pendidikan yang sangat besar di mana presentase penduduk 15 tahun ke atas dengan ekonomi teratas yang menamatkan perguruan tinggi lebih besar 17 kali lipat dibandingkan dengan kelompok yang sama pada tingkat ekonomi terbawah.

Maryono mengklaim, hingga Februari 2018, BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sekitar Rp197 triliun. Posisi tersebut tercatat naik sekitar 19% secara tahunan (year-on-year) dari Rp166,08 triliun pada bulan yang sama tahun sebelumnya.***

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tags

 

Artikel Terkait :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.