Palembang – Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) di seluruh Indonesia dipastikan akan berubah menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti). LLDikti ini akan diresmikan pada akhir April 2018 dengan pelantikan Koordinator Kopertis menjadi Ketua LLDikti beserta jajarannya.   LLDikti  akan mewakili Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam menaungi perguruan tinggi, baik Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS).

“Dengan diperluasnya tugas dan kewenangan LLDikti, Kemenristekdikti berharap mutu perguruan tinggi meningkat, akreditasi prodi dan institusi dari PTN dan PTS akan menjadi lebih baik, penelitian di perguruan tinggi jumlahnya meningkat dan mutunya membaik,” ungkap Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo.

Patdono menyampaikan hal tersebut saat Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta dalam Lingkungan Kopertis Wilayah II dengan tema “Strategi Meningkatkan Kemandirian, Daya Saing dan Inovasi Perguruan Tinggi Swasta Menuju Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI)” di salah satu hotel di Palembang pada Sabtu (07/04), yang dihadiri perwakilan dari 80 PTS.

Fungsi LLDikti mencakup memetakan mutu pendidikan tinggi, memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan tinggi, memfasilitasi kesiapan perguruan tinggi dalam penjaminan mutu eksternal, mengevaluasi dan melaporkan peningkatan mutu perguruan tinggi, pengelolaan data dan informasi di bidang mutu pendidikan tinggi, serta pelaksanaan administrasi LLDIKTI.

Pembagian kewenangan ini memperjelas Kemenristekdikti untuk berfokus pada penerbitan kebijakan, sementara LLDIKTI berfokus pada pelaksanaan dari kebijakan tersebut bagi seluruh PTN dan PTS di wilayahnya. LL Dikti akan melaporkan pelaksanaan tersebut kepada direktorat jenderal masing-masing di Kemenristekdikti. Laporan tersebut menjadi masukan bagi Kemenristekdikti untuk menyempurnakan kebijakan terkait perguruan tinggi.

Tidak hanya bicara kewenangan LLDikti, Patdono juga menyampaikan akan ada tambahan empat LLDikti . “Yang sudah disetujui Menpan-RB adalah di Kupang. Sisanya di wilayah Sumatera ditambah satu, wilayah Kalimantan ditambah satu, dan di wilayah Sulawesi ditambah satu, yang tempatnya belum dipastikan,” tambah Patdono.

Pada rapat kerja ini, selain Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, turut hadir Direktur Jenderal  Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad dan Koordinator Kopertis II Slamet Widodo yang punya gawe Raker ini.

bgs/tom/rudsnow