Menristekdikti Luncurkan SINTA Versi 2.0

Saturday, 05 August 2017 | 05:44 WIB
Screenshot_2017-08-05-18-59-56-1
Laman SINTA Versi 2.0
Screenshot_2017-08-05-19-02-21-1REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) meluncurkan Science and Techology Index (SINTA) Versi 2.0. SINTA adalah sistem aplikasi yang dibuat untuk mendata publikasi dan sitasi nasional serta internasional dari dosen dan peneliti di Indonesia. SINTA dapat memetakan kepakaran dan pemeringkatan kinerja dari penulis, institusi dan jurnal terbaik di Indonesia.

SINTA diharapkan dapat memotivasi para dosen dan peneliti agar lebih giat menghasilkan publikasi, kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Kantor Kemristekdikti, Senayan, Jakarta, Jumat (4/8).

SINTA Versi 2.0 merupakan penyempurnaan dari SINTA Versi 1.0 yang diluncurkan pada 30 Januari 2017 di Universitas Gajag Mada (UGM). SINTA versi 2.0 mengalami sejumlah pembaruan, seperti, pendaftaran penulis yang sebelumnya mendaftarkan diri secara manual sebanyak 17 ribu, di versi terbarunya secara otomatis penulis yang terdaftar sebanyak 32.218 dari 1.424 institusi di mana sebanyak 25.472 penulis sudah terverifikasi.

Pada SINTA versi 1.0 pendaftaran jurnal berjumlah 3.820 jurnal yang sudah elektronik dimasukkan tanpa evaluasi. Sementara pada SINTA versi 2.0, sebanyak 1.807 jurnal mendaftar ke Arjuna dan 959 telah dievaluasi. Nasir juga menambahkan adanya perbaikan fitur dan tampilan supaya terlihat lebih internasional.

Sementara itu, jumlah pengguna internet yang mengakses SINTA per 30 Januari 2017 hingga Juni 2017 adalah 78.644.768. Maising-masing, berasal dari Amerika Serikat (24 juta), Eropa (545 ribu), Afrika (3.879), Asia (diluar Indonesia, 40 juta), Indonesia (14 juta), dan lainnya 95.889.

Menristekdikti mengatakan, Kemristekdikti akan mengapresiasi para dosen dan peneliti dengan publikasi terproduktif di SINTA pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-22 yang akan digelar di Kota Makassar pada 10 Agustus 2017.

Sumber: Republika

 Rep: Umi Nur Fadhilah / Red: Dwi Murdaningsih

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.