Oleh: Dhita Seftiawan
13 Juni, 2017 – 15:01
20170614_194442
Ilustrasi : nichonotes

JAKARTA, (PR).-Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi meluncurkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) untuk memuat seluruh data tenaga kependidikan (tendik) di Indonesia. SIM diklaim sebagai terobosan untuk meningkatkan mutu dosen dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan peran tenaga kependidikan sangat strategis untuk mewujudkan kampus berkelas dunia. Jumlah mereka lebih banyak dua kali lipat ketimbang dosen.

“Karena mencakup berbagai bagian. Ada pustakawan, arsiparis dan pranata laboratorium pendidikan. Tapi mereka masih kurang diperhatikan,” ujar Ali di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

Dia menyatakan, SIM penting untuk memetakan jenjang kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan. Dengan demikian, pemerintah dapat merumuskan gagasan program dan kebijakan.

“SIM Tendik bagi saya merupakan terobosan penting. Kita akan memiliki data konkret terkait berapa jumlah tenaga kependidikan,” ucapnya.

Ia menuturkan, peningkatan kapasitas tenaga pendidikan tak hanya dilakukan dengan meluncurkan SIM. Menurut dia, berbagai pelatihan juga telah dilakukan seperti memberikan beasiswa Pascasarjana Tenaga Kependidikan Berprestasi (Pasti) bagi mereka yang memenuhi kualifikasi.

Nomor Induk Tenaga Kependidikan

“Pemberian beasiswa ini sangat penting mengingat fungsi tenaga kependidikan yang strategis. Sebanyak 31 orang tenaga kependidikan juga telah dikirim ke berbagai negara di luar negeri untuk mendapat pelatihan. Saya hanya berpesan bahwa jika sudah mendapat beasiswa dan lulus S-2 jangan berbondong-bondong menjadi dosen,” tuturnya.

Para tenaga kependidikan juga akan mendapat nomor induk sebagaimana seorang dosen, yakni Nomor Induk Tenaga Kependidikan (NITK). Kendati demikian, cakupan tenaga kependidikan yang masuk dalam SIM saat ini masih hanya untuk perguruan tinggi negeri (PTN). “Nantinya SIM bisa berkembang untuk mendata tenaga kependidikan di kampus-kampus swasta. Jumlah tenaga kependidikan diperkirakan tak kurang dari 300.000 jiwa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, platform SIM memuat perjalanan karier, kompetensi, dan kesempatan peningkatan kualifikasi jadi semakin terbuka lebar. “Karena saya melihat tenaga kependidikan ini luar biasa pekerjaannya. Seperti seorang arsiparis penting untuk mengakses dokumen, kemudian tenaga administratif untuk melayani mahasiswa dan dosen, dan masih banyak lagi,” katanya.

Ada antusiasme

Ali menegaskan sistem ini juga berfungsi mengukur kinerja para tenaga kependidikan. “Tenaga kependidikan harus menguasai bidangnya. Jika dia seorang pustakawan, maka harus canggih mengurus perpustakaan. Jika dia arsiparis, maka bisa mencari dokumen tak lebih dari lima menit,” katanya.

Direktur Karier dan Komopetensi Sumber Daya Manusia Bunyamin Maftuh mengungkapkan, banyaknya peserta yang hadir saat peluncuran di Jakarta menunjukkan tingginya antusiasme tenaga kependidika terkait hadirnya SIM Tendik.

“Diharapkan ke depan pendataan lebih lengkap, temasuk pemetaan terhadap tenaga kependidikan di indonesia melalui Sistem Informasi Manajemen Tenaga Kependidikan ini,” ucap Maftuh.***

Sumber: Pikiran Rakyat

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tags

 

Artikel Terkait :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.