Siaran Pers : 37/SP/HM/BKKP/IV/2017

Surabaya, 2 Mei 2017- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai salah satu kementerian yang mempunyai tanggung jawab dan mengemban amanah dalam memajukan pendidikan Indonesia turut ambil bagian dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di tahun 2017 ini. Puncak peringatan Hardiknas 2017 oleh Kemenristekdikti dilaksanakan di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Tema yang dicanangkan oleh Kemenristekdikti pada tahun ini adalah “Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi”.

Rangkaian puncak peringatan Hardiknas 2017 Kemenristekdikti diawali dengan pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas di Stadion ITS. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir hadir sebagai Pembina Upacara Bendera. Upacara ini diikuti oleh Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kemenristekdikti, jajaran Eselon I Kemenristekdikti, Rektor dan Direktur PTN se Jawa Timur, Koordinator Kopertis VII, Rektor PTS di Surabaya dan 5500 peserta upacara yang berasal dari mahasiswa dan dosen PTN dan PTS di Surabaya.

Menristekdikti dalam sambutannya mengajak insan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, menjadikan peringatan Hardiknas 2017 sebagai momentum peningkatan mutu serta relevansi pendidikan tinggi di Indonesia dan menjadikan perguruan tinggi sebagai  agen pertumbuhan ekonomi. “Perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Pendidikan Tinggi supaya lebih  memperhatikan dampak dari aktivitasnya terhadap pengembangan ekonomi, terutama ekonomi di daerahnya. Dengan kata lain, perguruan tinggi lebih dapat memerankan dirinya sebagai agent of economic development disamping agent of education dan agent of research and development,” ujar Menristekdikti.

Menurut Menristekdikti peningkatan relevansi pendidikan tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan melalui beberapa cara. Pertama, dalam bidang pendidikan, perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. “Untuk lebih meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri, ke depan jumlah perguruan tinggi vokasi harus ditingkatkan dan keterlibatan industri harus diintensifkan. Lulusan perguruan tinggi vokasi harus memiliki sertifikat kompetensi disamping ijazah” imbuh Menristekdikti.

Kedua, dalam bidang penelitian,peningkatan relevansi pendidikan tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan melalui hilirisasi penelitian di perguruan tinggi. Penelitian yang dilakukan perguruan tinggi tidak boleh hanya berhenti setelah bisa menghasilkan publikasi, prototype atau paten. Penelitian perguruan tinggi harus dilanjutkan sampai mencapai technology readiness level (TRL) 9 (sembilan) kemudian dikerjasamakan dengan industri agar bias diproduksi dan dipasarkan secara masal.

Untuk keperluan ini Kementerian Ristekdikti telah menginisiasi berbagai program. Diantaranya adalah pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI), Science and Techno Park (STP), pemberian hibah penciptaan Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi, pengembangan unit Transfer Teknologi dan Inkubasi Bisnis.

7 Program Unggulan Baru Kemenristekdikti Warnai Peringatan Hardiknas 2017

Puncak acara Hardiknas 2017 dilaksanakan di Gedung Pusat Riset ITS, setelah Upacara Bendera. Acara diawali dengan Peresmian Gedung Pusat Riset ITS oleh Menristekdikti Mohamad Nasir yang ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran 7 program unggulan baru kementerian dan beberapa program dari PTN serta perwakilan PTS di Surabaya dan Madura.

Dirjen Kelembagaan IPTEK dan DIKTI Patdono Suwignjo selaku Ketua Panitia Pelaksana Hardiknas 2017 dalam laporannya menyebutkan program unggulan baru kementerian, yakni :

  1. Pendidikan Profesi Guru (PPG)

Program PPG merupakan salah satu program yang dirancang oleh Direktorat Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI. Program PPG diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 Kependidikan dan S1/D IV Non Kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik profesional dan kemudian dapat menjadi guru pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah umum maupun kejuruan.

Program PPG merupakan program studi yang akan diakreditasi oleh BAN-PT, sehingga terjamin mutunya.  Diharapkan kelak pada gilirannya, Program PPG dapat menghasilkan lulusan calon guru yang professional, siap menghadapi tantangan dan peluang kehidupan dalam era global, serta memenuhi kebutuhan guru di sekolah-sekolah kita. Calon guru yang sudah memiliki ijazah Sarjana, silakan segera mendaftar di LPTK yang diberi ijin untuk menyelenggarakan PPG.

  1. Portal Kinerja Publikasi Ilmiah Dosen SINTA

SINTA (Scence and Technology Index) adalah pusat sitasi publikasi dan kepakaran dosen, peneliti dan perekayasa seluruh indonesia,  yang dikemas dalam  sistem informasi berbasis web. Sinta menjadi salah satu produk yang diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Sinta akan mengindeks, mengintegrasikan, dan menilai kinerja publikasi karya ilmiah peneliti dan akademisi Indonesia serta jurnal ilmiah  berdasarkan jumlah dokumen dan jumlah sitasi.

Sinta juga menyediakan informasi benchmark dari institusi, kolaborasi, analisa arah riset dan direktori kepakaran peneliti Indonesia. Sinta dapat diakses melalui : http://sinta.ristekdikti.go.id.

  1. Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)

Program RPL dinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti. RPL bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan formal atau menyetarakan dengan kualifikasi tertentu berdasarkan pada pendidikan formal, nonformal, informal atau pengalaman kerja pada bidang yang sangat khusus atau langka dan dibutuhkan oleh negara seperti dosen, instruktur, guru, tenaga kesehatan dan profesi tertentu lainnya yang sangat spesifik. Khusus untuk profesi dosen, RPL memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang diperoleh seseorang dari pendidikan formal atau nonformal atau informal dan/atau pengalaman kerja untuk disetarakan dengan level  KKNI untuk jabatan profesi dosen.

  1. Klinik Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Mobile

Klinik SPMI Mobile merupakan layanan untuk masyarakat (khususnya entitas perguruan tinggi) agar lebih memahami Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM-Dikti), dalam  upaya membangun budaya mutu.

Program ini bertujuan untuk memberikan layanan informasi kegiatan di Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, baik berupa pertanyaan dan jawaban  secara interaktif tentang bagaimana membangun budaya mutu, konsultasi tentang SPMI dan audit internal di Perguruan Tinggi, melalui Android dan Iphone Operating System’s (IOS). Sebanyak 300 Fasilitator pusat dan wilayah siap  memberikan layanan Klinik SPMI Mobile sebaik mungkin.

  1. SISTER (Sistem Informasi Terintegrasi)

Sister adalah aplikasi yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya IPTEK dan DIKTI. Aplikasi ini dibangun dengan tujuan untuk dapat meningkatkan kualitas data SDM IPTEK dan DIKTI dalam rangka pembuatan kebijakan pengembangan SDM yang tajam dan relevan. Selain dari pada itu aplikasi sister mengintegrasikan seluruh layanan karir dan kompetensi SDM di Ristekdikti sehingga memungkinkan para stakeholder menerima kepastian dalam pelayanan karir mereka. Dengan basis data portofolio yang memuat kinerja Tri Dharma Dosen, Sister memberikan hak akses dan control penuh kepada dosen Indonesia atas data mereka. Sister adalah program satu akses satu layanan.

  1. Rencana Induk Pembangunan SDM IPTEK dan DIKTI

Rencana Induk Pembangunan SDM IPTEK dan DIKTI digagas Ditjen Sumber Daya IPTEK dan DIKTI dengan tujuan memberikan rekomendasi atas kebutuhan SDM yang relevan dengan prioritas pembangunan. Rencana Induk Pembangunan SDM ini disusun untuk memangkas kesenjangan antara supply pendidikan tinggi sebagai penyedia tenaga kerja terampil dengan kebutuhan pembangunan. Rencana Induk Pembangunan SDM IPTEK dan DIKTI merupakan sebuah jalan keluar menemukan cetak biru penyiapan insan masa depan, tidak hanya terampil dan berkarakter namun juga dapat berkontribusi secara penuh pada proses pembangunan. Setidaknya terdapat tiga bidang prioritas pembangunan yang akan segera dirampungkan yaitu, Infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

  1. Teaching Industry

Teaching Industry merupakan salah satu program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti. Program ini bertujuan untuk membangun industri berbasis teknologi yang berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan produk inovasi. Program ini diharapkan mampu mendorong hasil-2 inovasi perguruan tinggi ke industri. Bidang fokus pada program ini adalah ICT, pertahanan dan keamanan, pangan, kesehatan, energi, transportasi dan material maju.

Menristekdikti berharap agar program unggulan baru kementerian ini dapat menjawab tantangan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan tinggi di Indonesia, muaranya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing bangsa. Menristekdikti juga berpesan agar perguruan tinggi dapat menghasilkan program dan produk-produk yang menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat.

Usai peluncuran program, Menristekdikti berkesempatan memberikan penghargaan kepada perwakilan mahasiswa yang telah mengukir prestasi baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Perwakilan mahasiswa yang mendapatkan penghargaan antara lain Tim Robot Politeknik Elektronika Surabaya dan Tim Robot Universitas Muhammadiyah Malang yang berhasil menjadi juara pada kejuaraan robot internasional Trinity College International Robot Competition yang diselenggarakan di Hartford, Amerika Serikat pada tanggal 1-2 April 2017.

Puncak peringatan Hardiknas 2017 diakhiri dengan kunjungan Menristekdikti ke stan pameran pendidikan tinggi yang berisikan produk-produk inovatif dari Perguruan Tinggi yang berada di sekitar wilayah Jawa Timur. Peringatan Hardiknas 2017 juga dilaksanakan serentak di seluruh PTN dan Kopertis se-Indonesia.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik dan Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi