Petakan Potensi Kampus

imagesimagesimages

Tak Semua Perguruan Tinggi Harus Berbasis Riset

10 Maret 2017
JAKARTA, KOMPAS — Keunggulan setiap perguruan tinggi perlu dipetakan agar dapat berkembang optimal sesuai dengan potensinya. Tidak semua perguruan tinggi harus diarahkan menjadi universitas riset jika potensi dan sumber dayanya tidak mendukung.

Saatnya pemerintah membuat kebijakan yang lebih tegas utuk mendorong perguruan tinggi memilih dan memosisikan dirinya untuk unggul dalam pengajaran, riset, ataupun kewirausahaan.

Rektor Universitas Trilogi, Jakarta, Asep Saefuddin, Kamis (9/3), di Jakarta, mengatakan, perguruan tinggi milik pemerintah dengan status badan hukum (PTN-BH) lebih tepat diarahkan untuk menjadi PT berbasis riset, bahkan entrepreneurial. Demikian pula PTS yang memang memiliki kapasitas untuk menjadi PT berbasis riset.

Rabu lalu, dalam sebuah diskusi, Koordinator Pengembangan Keterampilan, Pendidikan, dan Tata Kelola Pendidikan Analytical and Capacity Development Patnership (ACDP) Abdul Malik mengatakan, mustahil membuat semua PT di Indonesia yang jumlahnya sekitar 4.500 institusi mengerjakan hal yang sama dalam mengemban tridarma PT. Tridarma PT mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Malik mengingatkan, kapasitas tiap institusi berbeda. Ada yang maju, tetapi banyak pula yang masih tertinggal. Di Amerika Serikat yang PT-nya berjumlah sekitar 5.000 institusi, tidak semuanya mampu jadi universitas riset. Jumlah PT yang unggul dalam riset hanya 105 institusi.

Rencana induk

Menurut Asep, mayoritas PT di Indonesia masih fokus dalam pengajaran. Tuntutan terhadap mayoritas PT itu jangan dipaksakan sama dengan universitas riset. “Sebab, untuk mendapatkan hibah-hibah riset bersaing, PT yang masih kecil ini kalah terus dengan yang besar,” ujarnya.

Menurut Asep, pemerintah harus memanfaatkan pemetaan PT untuk bisa menyusun rencana induk tentang penugasan PT. Pemerintah dapat menetapkan PT potensial menjadi universitas riset agar mampu menghasilkan banyak riset fenomenal yang mendukung penyelesaian masalah bangsa. Demikian pula, perlu ditetapkan PT yang memiliki keunggulan di bidang tertentu untuk dapat menghasilkan solusi-solusi lewat riset yang sesuai kebutuhan.

Ia menegaskan, cakupan tridarma PT ini perlu ditinjau ulang sesuai dengan kondisi setiap PT. Perlu upaya merancang pengembangan strategis PT sesuai dengan kondisi masing-masing. Yang mampu dalam pengajaran bisa menjalankannya secara optimal. Yang ditugasi sebagai PT berbasis riset juga dapat menghasilkan penelitian yang melebihi target publikasi.

“Intinya, bangsa ini harus memperkuat kehadiran PT yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa,” kata Asep.

Sementara itu, Wakil Rektor Telkom University, Bandung, M Yahya Arwiyah mengatakan, perguruan tinggi dengan potensinya menghasilkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset dapat berperan untuk memberdayakan masyarakat di sekitar kampus ataupun wilayah.

Salah satu yang dilakukan universitas ini adalah memberdayakan masyarakat Desa Cangkuang Wetan, Bandung, Jawa Barat. Petani setempat diberi pelatihan untuk mengolah limbah menjadi pupuk organik.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Intan Ahmad mengatakan, memang belum ada pemetaan secara jelas yang dapat membandingkan kapasitas institusi perguruan tinggi. (ELN)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 Maret 2017, di halaman 11 dengan judul “Petakan Potensi Kampus”.