Dua Belas PTKesda Siap Gabung ke PTN

Jakarta – Sebanyak 12 perguruan tinggi kesehatan milik pemerintah daerah  (PTKesda) sudah sepakat dan siap gabung dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), setelah masing-masing pihak menandatangani nota kesepahaman penggabungan, di Hotel Milenium, Jakarta, Kamis, 9 Maret 2017.

Ke-12 PTKesda yang gabung ke PTN itu adalah Akper Pemkab Padang Pariaman dengan Universitas Negeri Padang, Akper Pemkab Sumedang dengan Universitas Pendidikan Indonesia, Akper Pemkab Subang dengan Universitas Pendidikan Indonesia, Akper Pemkab Indramayu dengan Politeknik Negeri Indramayu.

Akper Pemkab Garut dengan Universitas Padjajaran, Akbid Pemprop Singaraja dengan Universitas Pendidikan Ganesha, Akper Pemkab Belu Atambua dengan Universitas Timor, Akper Pemprov Kaltim Samarinda dengan Universitas Mulawarman, Akper Pemkab Kolaka dengan Universitas 19 November Kolaka.

Selanjutnya Akper Pemkab Serang dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Akper Pemkab Donggala dengan Universitas Tadulako dan Akper Pemkab Lamongan dengan Universitas Negeri Surabaya.

PTKesda yang akan bergabung dengan PTN harus memenuhi lima persyaratan. Pertama, ada persetujuan dan kesepakatan antara PTKesda dengan Pemda dan PTN. Kedua, melakukan penyerahan aset berupa tanah, gedung, maupun laboraturium. Ketiga, pegawai yang bisa diterima PTN adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Syarat keempat, yaitu ada penyerahan mahasiswa yang akan pindah menjadi mahasiswa PTN dibawah Kemenristekdikti, dan kelima,  ada pengalihan anggaran operasional yang dulunya diberikan ke Pemda harus di pindah ke PTN di bawah Kemenristekdikti.

Selanjutnya Ke-12 PTKesda yang sudah ada kesepakatan bergabung ke PTN itu dalam waktu dekat akan dikunjungi oleh tim Kemenristekdikti untuk melihat kesesuaian data, yang sebelumnya telah diisi oleh masing-masing oleh PTKesda.

Sebagaimana diketahui saat ini terdapat 72 PTKesda yang menyelenggarakan pendidikan vokasi program diploma III, namun dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, maka Pemerintah Daerah tidak lagi menangani urusan perguruan tinggi.

Untuk itu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengambil kebijakan agar kegiatan pendidikan di lingkungan PT Kesda tetap berlangsung dengan menyatukan PTKesda dengan PTN yang secara geografis letaknya berdekatan.

Rencananya ada 25 PTKesda yang bergabung dengan PTN di bawah Kemenristekdikti. Selebihnya akan bergabung dengan Poltekes ke Kementerian Kesehatan atau menjadi perguruan tinggi swasta. Adapun batas waktu penggabungan adalah tanggal 21 Maret 2017.

“Hasil rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan, tanggal 21 Maret 2017 adalah batas terakhir Kemenristekdikti menerima penggabungan PTKesda dengan PTN,” ujar Direktur Jendera Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo saat membuka acara kesiapan penggabungan ini.

Menanggapi persyaratan penggabungan, Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Kesehatan Daerah (APTIKESDA) Dadang Rukmawan mengatakan, berdasarkan persyaratan Kemenristekdikti seharusnya banyak PTKesda yang bisa digabung.

Namun karena ada syarat geografis harus berdekatan, sehingga beberapa Akper tidak bisa gabung, misalnya Akper Lamongan dengan Unesa. “Kami berharap adanya kemudahan dari Kemenristekdikti,” harap Dadang.

Sudah Bergabung

Dua PTKesda yang sudah lebih dahulu melakukan penggabungan adalah Akper Pemprov Bengkulu dan Akbid Pemprov Bengkulu, yang bergabung dengan Universitas Bengkulu.

Rektor Universitas Bengkulu Ridwan Nurazi mengatakan, bahwa Universitas Bengkulu telah menerima penggabungan dari Akper Pemprov Bengkulu dan Akbid Pemprov Bengkulu sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

“Kami menerima penggabungan sesuai dengan persyaratan, kami juga melakukan seleksi terhadap dosen yang kompeten dan mengefesiensikan karyawan, selain itu aset juga diserahkan ke Universitas Bengkulu,” ujar Ridwan.

Firly/sn

Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tags

 

Artikel Terkait :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.