Dua Program Memerlukan Perhatian Khusus di Tahun 2017

Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti

28 Desember 2016

Pada tahun 2017 Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti akan melaksanakan dua program yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Keduanya adalah program revitalisasi pendidikan tinggi vokasi dan program pendelegasian wewenang melakukan evaluasi izin program studi kepada Kopertis.

Penekanan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Patdono Suwigjo pada rapat kerja evalusia kinerja pegawai di lingkungan unit kerja yang dipimpinnya, di Jayakarta Hotel, Senggigi, Lombok, 26-27 Desember 2016.

Patdono mengingatkan semua pegawai, terutama kepada Direktorat Pengembangan Perguruan Tinggi — yang akan melaksanakan program ini — agar dapat mengidentifikasi hal-hal yang akan menjadi tantangan, risiko, dan keberhasilan dari kedua program tersebut.

Secara khusus Patdono meminta Direktur Pengembangan Perguruan Tinggi, Ridwan, segera membentuk tim ahli untuk mengawal keberhasilan kedua program tersebut. “Karena kedua program ini belum pernah kita lakukan, maka tim ahli dapat membantu melakukan analisis risiko dan keberhasilan program-program tersebut,” ujarnya.

Selain memberikan arahan terhadap kedua program yang perlu perhatian khusus itu, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti juga meminta agar capaian kinerja tahun 2016 dijadikan lesson learnt dan tantangan bagi peningkatan kinerja pegawai di tahun 2017.

“Dijadikan lesson learnt, supaya  ada peningkatan target kinerja terhadap program-program Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, yang sudah ditetapkan sampai tahun 2019 mendatang itu, “ tegas Patdono.

Program-program itu adalah program jumlah perguruan tinggi masuk top 500 dunia (WCU), jumlah perguruan tinggi berakreditasi A (Unggul), jumlah Sains dan Teknologi  Park (STP) yang dibangun, dan jumlah Pusat Unggulan Iptek.

Untuk program jumlah perguruan tinggi masuk top 500 dunia (WCU) agar lebih memperhatikan alokasi anggaran dan aspek komunikasi secara lebih baik dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi  yang sudah ditetapkan mengikuti program ini.

Sedangkan pendampingan terhadap program studi terakreditasi B menjadi A, diharapkan pada akhir tahun 2017 dapat direalisasikan 174 perguruan tinggi yang sudah terakreditasi A. Sementara untuk program STP pada tahun 2017 ini akan ditetapkan lima calon STP baru.

Untuk mewujudkan target keberhasilan program-program  tahun 2017 mendatang, tentu diperlukan hal-hal yang berkaitan dengan dukungan anggaran baik berupa alokasi keuangan serta perlunya percepatan terhadap pertanggungjawaban administrasi keuangannya.

Rapat kerja evalusia kinerja pegawai tahun 2016 diikuti 120 pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, semua staf serta eselon IV, III, dan II.

Ami

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.