PENGEMBANGAN KUALITAS PENDIDIK

Pendidikan Profesi Guru Diperketat

7 Januari 2016

JAKARTA, KOMPAS — Seleksi calon guru dilakukan melalui program Pendidikan Profesi Guru yang berlangsung selama satu tahun. Adapun penyeleksian mahasiswa untuk program studi kependidikan di lembaga pendidikan tenaga kependidikan kini menggunakan sistem seleksi nasional sebagaimana telah diputuskan oleh pemerintah.

“PPG (Pendidikan Profesi Guru) ini yang seleksinya harus benar-benar ketat. Ada serangkaian ujian untuk memutuskan peserta yang layak ikut program tersebut,” kata Rektor Universitas Negeri Jakarta Djaali, ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (6/1). Dari sisi jumlah peserta program juga harus disesuaikan dengan kuota kebutuhan guru, bukan berdasarkan jumlah peminat.

Aspek pengujian

Menurut Djaali, ada empat aspek yang dilihat dalam pemilihan peserta PPG. Pertama, uji bakat dan kepribadian untuk melihat sikap dan profesionalitas calon peserta.

Kedua, tes kemampuan akademis untuk menemukan tingkat pemahaman teori serta penguasaan keterampilan mendidik sesuai yang diajarkan di lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).

Ketiga, penjaminan obyektivitas ujian penerimaan peserta PPG. “Selama satu tahun PPG, para peserta harus diasramakan karena mereka harus digembleng selama 24 jam setiap hari. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga membentuk karakter pendidik agar mereka bukan sekadar menjadi guru,” katanya.

Djaali menuturkan, apabila dinyatakan lulus dari PPG, peserta bisa langsung diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) guru tanpa perlu mengambil ujian pengangkatan. Jadi, hanya orang yang terbukti kemampuan mental, fisik, dan akademisnya yang bisa bekerja sebagai pendidik.

PPG diharapkan bisa aktif dilaksanakan pada tahun 2016 untuk sarjana yang baru lulus dari LPTK. Sejauh ini, PPG masih merupakan program lanjutan bagi calon guru yang baru menyelesaikan program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T).

Sesuai aturan

Secara terpisah, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Furqon menuturkan, dalam program studi ilmu kependidikan, seleksi calon mahasiswa mengikuti aturan pemerintah, yakni melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri, dan ujian mandiri.

“Aturan juga tidak membuat para sarjana serta-merta menjadi guru. Layaknya dokter, ada program profesional yang harus mereka lalui dan harus lulus,” ujarnya.

Ia mengakui, program profesional baru berlangsung untuk 12.000 alumnus SM3T, sedangkan guru lama yang diangkat pada masa lalu tidak pernah mengikuti program keprofesionalan.

(DNE)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Januari 2016, di halaman 12 dengan judul “Pendidikan Profesi Guru Diperketat”.