Hal-hal yang sering menyebabkan seorang DYS tidak diusulkan di daftar D2 oleh operator Kopertis/PTN

Sebagaimana kita ketahui daftar D1 dimunculkan petugas PDPT di laman forlap.dikti.go.id/admin (yang hanya bisa dibaca operator kampus) di menu manajemen Serdos berdasarkan seleksi oleh sistem, dosen tetap lulusan S2 yang telah lengkap sajikan SK INPASSING PANGKAT dan tersimpan di File Dosen (submenu Daftar Dosen) berpeluang namanya muncul di D1

Daftar D2 diusulkan Kopertis/PTN, dan disetujui petugas Serdos Diktendik dengan tampilkan daftar D3 di portal serdos yang hanya bisa di baca operator Kopertis/PTN

Daftar D2 itu terdiri dari kolom NIDN/Nama/Bidang Ilmu, Jafung/Golongan/TMMD (tanggal mulai menjadi dosen), Pendidikan/Umur/Masa Kerja (MK), Keterangan, Pengusulan.

1 ) TMMD (Tanggal Mulai Menjadi Dosen) tidak pernah diupdate operator PT asal, banyak yang biarkan tetap di posisi TMMD 01 Januari 0001 sehingga muncul keanehan dosen berusia misalnya 35 tahun, masa kerjanya (MK) terdata (2014-0001 tahun) tahun. My God, sistem set MK maksimum sampai 43 tahun maka timbul keanehan, Umur 35 tahun, Masa Kerja 43 tahun lebih, kolom keterangan muncul komentar: MK dibanding Umur Dosen Tak Wajar, hehehe… dengan keterangan demikian lengkap data aneh bin ajaib seperti ini bisa lolos ke D3 ?

2 ) TMMD tak sampai 2 tahun (dihitung dari SK pengangkatan awal sampai masa seleksi D2) sehingga gagal dengan alasan belum memenuhi minimum 2 tahun masa kerja

3 ) Terdata sebagai tenaga tetap di tempat lain

4 ) Berstatus PNS non dosen di instansi lain

5 ) SK inpassing Pangkat (kalo tahun-tahun sebelumnya nama sudah ada di D1 baru dosen urus sk inpassing pangkat, tapi mulai tahun ini dosen tetap yang tidak ada sk inpassing pangkat boleh dikatakan hampir tak ada peluang kemunculan nama di daftar D1)

6 ) Riwayat Pendidikan tidak update di Laman Forlap

7 ) Tugas belajar ( status di https://forlap.dikti.go.id/ atau di http://studi.dikti.go.id/study/index masih terdata sebagai mahasiswa aktif/dosen tugas belajar)

Kalo kesalahan terjadi di Butir 1 sampai 6 silakan updating data serdos melalui operator kampus, bila berstatus dosen tetap Yayasan setelah diajukan Perubahan Data Dosen perlu peroleh validasi Kopertis sebelum updating PDD disetujui Dikti. Kalo butir 7 yang salah padahal dosen ybs sudah lulus, silakan hubungi pengelola BPPDN atau BPPLN melalui alamat kontak mereka di http://studi.dikti.go.id/study/pengelola.jsp

Keseluruhan ada 14 alasan tak diusulkan, tapi tujuh yang saya sebut di atas yang paling lazim terjadi, bisa renungkan apakah adik termasuk salah satu di antaranya misalnya TMMD tak update.

14 alasan penolakan masuk data D2:

1) DYS merupakan dosen honorer
2) Bukan dosen tetap di lingkungan Kemdikbud
3) lulusan dari Prodi tak terakreditasi
4) berprofesi sebagai guru PNS atau guru tetap yayasan yang telah mememiliki sertifikat pendidik untuk guru, pegawai BUMN/BUMD atau PNS non dosen
5) Tidak memenuhi kualifikasi minimal S2 ( juga tidak termasuk di dosen lulusan S1 yang telah berusia 60 tahun dengan masa tugas minimal 30 tahun atau memiliki jafung LK dengan pangkat IVc)
6) Masa tugas sebagai dosen tetap di PTU kurang dari 2 tahun
7) Belum memiliki jabatan akademik, minimal AA
8) BKD minimal 12 sks tak terpenuhi
9) Tidak memiliki DUK atau Sk Impassing pangkat
10) Sedang menjalankan hukuman
11)Sedang melaksanakan tugas belajar
12)Sudah selesai tugas belajar namun belum diaktifkan
13) TIDAK LULUS SERDOS tahun sebelumnya (larangan ini hanya bagi peserta serdos yang sudah terseleksi mengikuti serdos online, bagi bakal peserta yang gagal diseleksi D1-D4 tahun sebelumnya tetap boleh ikut)
14) Di wilayah PT tsb banyak PT yang antrian serdos, Kopertis/Dikti akan perioritaskan PT yang memiliki daftar bakal calon DYS terpanjang sehingga bisa aja PTU tak peroleh kuota sehingga Dosennya walaupun eligible tak lolos diusulkan. Bila keadaan hanya karena tak dapat kuota, don’t worry cepat lambat akan peroleh bagian jadi peserta serdos.

Jadi selali lagi saya tegaskan, D1 adalah sistem yang kerja tapi bisa dikoreksi manusia bila terdapat kesalahan, D2 adalah dari PTU/Kopertis/PTN, D3 ditetapkan Diktendik berdasarkan usulan D2, D3 diverifikasi lagi oleh PTU/Kopertis/PTN baru finally ditetapkan Diktendik Dikti jadi D4 (daftar Peserta Serdos yang Berhak Mengisi/peserta Serdos definitif).

Agar lebih jelas ini ada contoh data D2 dari kopertis 11 yang mereka publikasi tahun lalu (karena berupa hasil publikasi halal saya jadikan sebagai bahan ajaran di sini). Perhatikan ada beberapa dosen mereka walaupun TMMD janggal tetap diusulkan tapi yang seperti ini tentunya DITOLAK DIKTENDIK DIKTI, begitu juga yang masa kerja tak sampai 2 tahun, atau yang berstatus tugas belajar. Nampaknya operator kopertisnya sangat baik hati semua DIUSULKAN (tulisan warna biru) terkecuali yang tak memiliki Sk inpassing pangkat. Ini linknya, silakan CERMATI dengan baik:
http://kopertis11.net/files/kepeg2013/Data%20D2.xlsx

Ini ada SURAT EDARAN dari Direktur Diktendik yang berguna dibaca:
– Edaran no. 1532/E4.3/2013 yang menerangkan bila nama dosen yang sebelumnya ada di data D2 tidak nampak di daftar D3 bila data sudah lengkap bisa diusulakan kembali dengan upload data pendukung terkait
http://www.kopertis12.or.id/wp-content/uploads/2013/09/Penetapan-Data-D3-Serdos-Tahun-2013.pdf

– Edaran no. 696/E4.3/2014 tanggal 23 April 2014 yang beri instruksi ke Pimpinan Kopertis/PTN agar updating data dosen yang berhak ikut serdos namun nama belum terdapat di D1 (Judul edarannya Jadwal serdos 2014 tahap II)
http://serdos.dikti.go.id/?tf=pacYEjISarz0Rk9hgYvG12wwF2qr0E6N9rcSOvLeWA4=#

Semoga yang saya berbagi ini bisa jadi masukan adik-adik yang gagal di D3 dan sedikit menenangkan, yakinlah sekarang Diktendik Dikti giat laksanakan pembenahan data dan anti segala bentuk kecurangan. Keterbukaan informasi bisa mendatangkan kedamaian di lubuk hati, kerukunan semakin terjaga dan hidup menjadi semakin bermakna dan bahagia.

Sukses selalu, Salam kompak, Fitri.

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.