Budayawan Sulsel Berduka

Innalillahi, Dr Ahyar Anwar Meninggal Dunia

Selasa, 27 Agustus 2013 22:57 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM – Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun. Budayawan Universitas Negeri Makassar (UNM) Dr Ahyar Anwar, meninggal dunia di RS Grastelina, Makassar, sekitar pukul 21.30 wita, Selasa (27/8/2013).

…dst

Ribuan Orang Mengantar Jenazah Akhyar Anwar

Rabu, 28 Agustus 2013 12:44 WITA
SUNGGUMINASA, TRIBUN-TIMUR.COM -Sekitar pukul 11.45 rombongan jenazah almarhum Akhyar Anwar di berangkatkan dari rumah duka kompleks Taman Pesona Asri No C/4 Jl Tamarunang, belakang Kantor DPD Golkar Gowa. Rombongan menuju masjid Agung Syek Yusuf Gowa. Jenasah disholati di masjid tersebut. Setelah itu, jenasah diberangkat ke makamkan di kompleks pemakaman UNM, Limbung Gowa.

Berdasarkan pantauan Tribun, Rabu (28/8/2013), tampak ribuan orang mengantar jenasah budayawan kritis ini. Ratusan mobil dan motor memadati halaman rumah almarhum. Jalan depan kompleks almarhum pun macet karena padatnya kendaraan. Para pelayat kebanyakan dari  pejabat, politisi dan  budayawan Sulsel. Ratusan mahasiswa almarhum juga turut mengantar beliau. (*)

Mobil Pelayat Penuhi Jl Tumanurung, Sungguminasa

Rabu, 28 Agustus 2013 12:41 WITA
SUNGGUMINASA,TRIBUN-TIMUR.COM- Puluhan mobil pelayat terlihat memenuhi pinggiran Jl. Tumanurung Raya, BTN Taman Pesona Asri, Sungguminasa kediaman Alm. Dr Ahyar Anwar, Rabu (28/08/2013). Mobil-mobil pribadi terlihat terparkir disamping kiri kanan jalur jalan tersebut.

Budayawan Universitas Negeri Makassar (UNM) Dr Ahyar Anwar (43) berpulang ke rahmatullah, sekitar pukul 21.30 wita, Selasa (27/08/2013) malam. Kepergian Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) kelahiran Makassar 14 Februari 1970 ini membuat semua keluarga juga kerabat tidak menyangka. Alm menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Grestelina, Jl Hertasning, Makassar. (*)

Puisi Iqbal Parewangi untuk Ahyar Anwar

AM Iqbal Parewangi

Cinta Ilahi Rabb kepadamu, sahabatku, mengalahkan akumulasi cinta kami para sahabatmu di sini. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun.

Ahyar Anwar, kau salah satu yang terbaik. Kau sahabat terbaik dalam mengurai semak-semak pemikiran. Kau sahabat terbaik dalam menyelami keindahan rasa. Kau sahabat terbaik dalam meranggasi kegaduhan alam imajinasi. Kau sahabat terbaik dalam memintai beragam proyeksi. Kau sahabat terbaik …..

Ahyar Anwar, tapi kau lebih dari seorang sahabat bagiku. Semalam, di sisi pembaringan terakhirmu, saya tak kuasa menatap mata Risma, wanita mulia yang begitu mencintaimu itu, ketika ia berkata lirih : “Kita saudaranya, kak Iqbal. Saya tahu betul itu!” Istrimu benar, Ahyar, dan itu benar sebelum ia mengatakannya.

Ahyar Anwar, kau usaikan pelayaran “status cinta”mu begitu cepat, begitu menghenyak, begitu menyedak, dan lalu memilih bermunajat di haribaan Cinta Maha Cinta. Kau memang selalu memilih melompat ke depan.

Maafkan saya Ahyar, bila tak hendak kuucap “selamat jalan” kepadamu, silessurekku. Karena di mimpi fajarku tadi pun kita masih bersama, mengguraui renungan di sebuah taman yang indah, sebelum kemudian kau membuatku terbangun dengan mata basah tepat di ujung azan subuh….. A.M.Iqbal Parewangi…(*)

Amran Sjahruddin :

Puisi Kematian Terindah untukmu, Saudaraku…Dinda Dr. Ahyar Anwar (Dosen dan Budayawan Muda Univ Negeri Makassar)

Saudaraku, ingatlah MATI
Sesungguhnya mati adalah janji yang ditepati
Tapi mengapa kau tak pernah peduli
Engkau lebih memilih dunia yang hina ini.

Dalam doa kau meminta khusnul Khotimah
Tapi pandanganmu akan dunia tak terarah
Kau masih mencari dunia yang belum terjamah
Sehingga lupa keinginanmu meraih Jannah.

Setiap nafsu yang kau hembuskan dalam hidupmu
Tak terpuaskan walau dua gunung emas mengelilingimu
Hingga kau tertidur dalam pelukan hangat istrimu
Dan kau terbuai dalam angan dan mimpi indahmu.

Gelap matamu akan nasib di akhirat nanti
Ketika ditanya apa yang kau kerjakan selama ini
Nanti kau akan ditanya sendiri-sendiri
Kau pun tidak akan dapat melarikan diri
Dari panas dan teriknya matahari
Dari dosa-dosa yang kau lakukan setiap hari.

Semoga medan jihad mengantarkan kematianku
Atau saat Sujud shalat aku menghadap Rabbku
Atau saat Hari Jum’at sebagai hari terakhirku
Atau saat amalan terbaikku,
Malaikat maut melepas jasadku.

Amin…(KHALIL GHIBRAN)

Puisi Kematian Terindah untukmu, Saudaraku...(Dinda Dr. Ahyar Anwar (Dosen dan Budayawan Muda Univ Negeri Makassar)</p><br /><br /> <p>Saudaraku, ingatlah MATI<br /><br /><br /> Sesungguhnya mati adalah janji yang ditepati<br /><br /><br /> Tapi mengapa kau tak pernah peduli<br /><br /><br /> Engkau lebih memilih dunia yang hina ini.</p><br /><br /> <p>Dalam doa kau meminta khusnul Khotimah<br /><br /><br /> Tapi pandanganmu akan dunia tak terarah<br /><br /><br /> Kau masih mencari dunia yang belum terjamah<br /><br /><br /> Sehingga lupa keinginanmu meraih Jannah.</p><br /><br /> <p>Setiap nafsu yang kau hembuskan dalam hidupmu<br /><br /><br /> Tak terpuaskan walau dua gunung emas mengelilingimu<br /><br /><br /> Hingga kau tertidur dalam pelukan hangat istrimu<br /><br /><br /> Dan kau terbuai dalam angan dan mimpi indahmu.</p><br /><br /> <p>Gelap matamu akan nasib di akhirat nanti<br /><br /><br /> Ketika ditanya apa yang kau kerjakan selama ini<br /><br /><br /> Nanti kau akan ditanya sendiri-sendiri<br /><br /><br /> Kau pun tidak akan dapat melarikan diri<br /><br /><br /> Dari panas dan teriknya matahari<br /><br /><br /> Dari dosa-dosa yang kau lakukan setiap hari.</p><br /><br /> <p>Semoga medan jihad mengantarkan kematianku<br /><br /><br /> Atau saat Sujud shalat aku menghadap Rabbku<br /><br /><br /> Atau saat Hari Jum’at sebagai hari terakhirku<br /><br /><br /> Atau saat amalan terbaikku,<br /><br /><br /> Malaikat maut melepas jasadku.</p><br /><br /> <p>Amin…(KHALIL GHIBRAN)
***