Terima kasih Dik Wahyu Pamungkas yang baik, telah berbagi informasi penting yang sangat bermanfaat untuk para dosen yang sedang atau ingin lakukan studi lanjut dalam negeri.

Silakan unduh bagi yang memerlukan informasi Besaran BPP-DN (BPPS) T.A. 2013:

Salinan Keputusan Dirjen Dikti No. 71/DIKTI/Kep/2012 tentang Standar Beasiswa Dikti untuk Pendidikan BPP-DN (d/h bernama BPPS) yang Berlaku mulai Tahun Anggaran 2013

Portal Baru BPP-DN (nanti pendaftaran BPP-DN 2013 melalui web ini) di SINI

 

 

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

23 Comments

  1. Yth, Ibu Fitri,

    Tolong sampaikan kepada Bapak Wahyu Pamungkas, kenapa dalam lampiran surat keputusan tersebut tidak dicantumkan biaya penyelengaraan pendidikan sesuai dengan yang tercantum pada buku pedoman BPPS sebelumnya? Apakah dihilangkan? Kalau dihilangkan kan sama dengan biayanya berkurang. Terimakasih atas waktunya, mohon kejelasan.

    Salam Ngurah Adi Santika.

    • Fitri says:

      Lah Santika, anda ini bagaimana sih,
      1 ) Pak Wahyu berstatus dosen dan pimpinan salah satu PTS yang sudah gitu baik berbagi informasi yang dia peroleh dari Pengelola Beasiswa Dikti ke kita. SK ini kan dibuat Dirjen Dikti dan teamnya, Pak Wahyu peroleh SK ini dalam kapasitasnya sebagai pengelola PT bukan sebagai orang Dikti. Mana ada kewenangan menjawab kekurangan komponen beasiswa, kalo anda penerima beasiswa sebenarnya bisa bertanya di forum studi lanjut http://studi.dikti.go.id/studi/ yang dikelola diktendik dikti. Itu baru tepat sasaran.
      2 ) Dan harap dibaca baik-baik, menurut mata tuaku, mana ada yang kurang bukankah jauh lebih bagus biaya pendidikan itu at cost dari pada ditentukan maksimum sekian rupiah (at cost artinya dibayar sesuai dengan besaran biaya pendidikan di PT tempat studi lanjut), bukankah at cost jauh lebih bagus, calon BPPS tak perlu nombok lagi.
      Salam, Fitri.

  2. Edy Winarno says:

    bunda Fitri, sy mau bertanya, klo di surat keputusan di atas disebutkan bhw mulainya adalah tahun anggaran 2013, ini berarti kenaikannya mulai kpn ya? apakah mulai januari 2013 ini ataukah kpn? mslhnya bulan januari-februari kmrn kami msh menerima sejumlah aturan yg lama. trmksh.

  3. Edy Winarno says:

    terima kasih atas informasinya yg sangat lengkap bunda Fitri, akan saya teruskan informasi ini ke teman2 saya seperjuangan :) salam sukses selalu dari kami buat Bunda Fitri…

  4. Yth, Ibu Fitri,

    Ohhhh…..begitu yah Bu, hehe. Kalau begitu sampaikan salam saya kepada Bapak Wisnu Pamungkas yang sudah membantu memberikan info ini. Khusus untuk Ibu, pengertian at costnya maksudnya seperti itu yah. Suksma dan terimakasih yah Bu.

    Salam sehat dan sukses untuk kita semua, jaya selalu.

  5. Ayrus Fillah says:

    Yth. Ibu Fitri:
    Saya ingin bertanya,. BPP-DN ini sama dengan BPPS ya? kalau sama apakah beasiswa tersebut bisa untuk calon dosen ? apakah hanya untuk dosen saaja? Trims

    • Fitri says:

      Ya Dik Ayrus Fillah, BPP-DN adalah BPPS (mulai tahun 2013 pakai nama BPP-DN), beasiswa BPPS hanya untuk dosen, kalo untuk calon dosen ditunggu aja beasiswa unggulan Dikti.
      Salam, Fitri.

  6. Assalamu’alaikum..
    Ibu Fitri, saya mau nanya, SK Dirjen Dikti tentang Standar Beasiswa BPP-DN berlaku juga untuk penerima beasiswa unggulan (BU) dalam negri atw khusus BPPS-DN?
    terima kasih sebelumnya…

  7. Asslkm Wr. Wb.
    Yth Bu Fitri,
    Saya mau tanya kalau NIDN berubah menajadi NUPN apa bisa di kembalikan lagi ke NIDN awal?
    Kalau bisa bagaimana caranya? terus itu berubah karena apa ya bu?
    karena yang saya tahu laporan dari Kampus kami selalu menyertakan data dosen tetap dan sy dapat NIDN dr Tahun 2008.
    Terima Kasih.

    • Fitri says:

      Walaikumsalam Wr. Wb. Dik Alexs Lkp Alc,
      Bisa, bisa diajukan kembali melalui menu NUPN ke NIDN oleh operator epsbed di kampus adik.
      Dengan lampirkan:
      - Ijazah terakhir yang belum pernah lapor (mis bagi lulusan S2 yang baru selesai studi lanjut)
      - Jabatan fungsional dosen (bagi yang sudah memilikinya)
      - SK pengangkatan sebagai dosen tetap oleh yayasan, harus muat hak dan kewajiban dosen (ini contohnya http://www.kopertis12.or.id/wp-content/uploads/2012/12/Contoh-SK-pengangkatan-dosen.jpg), tanggal penangkatan cantumkan yang tanggal sebenarnya (misalnya diangkat tahun 2008 ya cantumkan diangkat tgl xx-xx- 2008)
      - Surat Pernyataan sebagai dosen tetap di atas meterai ( ini formatnya: http://akademik.dikti.go.id/data/2010/formulir/Surat%20Pernyataan%20Dosen%20Tetap.pdf)

      NIDN (dosen tetap) bisa mendadak diubah oleh petugas Diktendik Dikti menjadi NUPN apabila mereka menemukan dosen tetap ybs memiliki status:
      - lulusan S1 yang tidak memiliki jabatan fungsional dosen (kalo lulusan S2 belum memiliki jabatan fungsional tidak apa-apa karena UU dosen mewajibkan kualifikasi dosen minimal lulusan S2, sampai saat ini dikti masih memberi kesempatan bagi dosen tetap lulusan S1 yang berjafung AA untuk laksanakan studi lanjut, sampai akhir 2014 bila mereka masih S1 walau memiliki jafung AA akan diubah jadi NUPN juga)
      - Memiliki status sebagai tenaga tetap di tempat lain, misalnya guru tetap, pengawai tetap BUMN/BUND atau pegawai PNS non dosen, dan tenaga tetap lainnya.( menurut PP dosen pasal 1, dosen tetap adalah tenaga pendidik yang bertugas penuh waktu di suatu Perguruan tinggi, maka dilarang rangkap pekerjaan tetap lainnya)

      Jadi seandainya adik sudah memiliki ijazah S2 atau S1 dengan jafung AA, bukan tenaga tetap di tempat lain, silkan ajukan kembali melalui operator di kampus.
      OK ya nanti jam 7 saya mau berangkat bawa keluarga berobat, saya cukupkan di sini ya.
      Salam, Fitri

  8. Abiyasa Nara says:

    kenapa tiap tahun ada perubahan peraturan. saya sudah persiapan berkas administrasi. saya sudah terdaftar S3 tahun 2012. ini saya mau mengajukan beasiswa yang calon dosen dan saya sudah dapat rekomendasi dari rektor setempat. eh malah syaratnya umurnya malah 28 tahun. umur saya 29 tahun. dulu waktu BU syarat umurnya 30 tahun. padahal saya baru daftar NIDN. terus terang saya kecewa bu.

    • Fitri says:

      Dik Abiyasa, ada yang lebih kecewa yaitu dosen yang sudah berusia di atas 50 tahun yang menurut Surat edaran kepala Biro Kepegawaian no 4159/A4.3/KP/2010 tanggal 27 Januari 2010 tentang Pedoman pemberian tugas belajar masih diperbolehkan melamar beasiswa sampai batas waktu 2015, sekarang jadi harus kecewa karena setelah diterapkan kebijakan BPP-DN dan BPP-LN 2013 sudah tertutup pintu beasiswa buat mereka. Adik masih bisa melamar beasiswa melalui program BPP-DN untuk dosen, bisa melalui program Beasiswa Unggulan BPKLN Kemdikbud, melalui program LPDP yang dikelola Kemenkeu dsb. Kalo sudah daftar NIDN kan pertanda adik memang sudah dosen kan? ngapai melamar calon dosen lagi ? kalo maksudnya calon dosen PTN, harus dipahami itu bukan CPNS dosen lho, itu hanya dosen honorer yang bertugas di PTN. Untuk diangkat jadi CPNS dosen harus ada pembukaan formasi dan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Misalnya dosen honorer agar bisa diangkat jadi cpns dosen harus memenuhi kriteria PP no.56 Tahun 2012 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS, linknya bisa diperoleh di web kopertis XII di menu favorit yang terdapat di sebelah kanan web. Dan calon dosen juga ada ikatan dinas sama seperti Dosen.

      Dik, hidup di dunia harus senantiasa siap menghadapi berbagai kekecewaan, yang penting kita jangan sampai terpuruk dan dilandai rasa kecewa berkepanjangan, harus bangkit dan semangat terus mencari solusi lain, kan banyak jalan untuk sampai ke tujuan. Semoga diberi kelancaran, bahagia dan sukses selalu, salam sayang dari jauh. Fitri.

  9. Selamat sore, saya ingin menanyakan ttg BPP DN 2013. Apa saja syarat yang hrus dilampirkan bila ingin mendaftar BPP DN? apakah sama seperti BPPS yang harus melampirkan surat rekomendasi dr atasan/dosen pembimbing S1 dll? kalau iya, formulirnya bisa didownload di mana?trimakasih

  10. Hari Santoso says:

    Yth, Bunda Fitri,
    Saya kurang paham dengan kriteria calon dosen dan dosen. Untuk kriteria dosen, apa harus punya NIDN atau bisa hanya dengan Nomer Induk Yayasan? Saya sudah jadi dosen di suatu kampus swasta (D3) selama 2 tahun, akan tetapi karena belum lulus S2, jadi belum dapat NIDN. Jadi untuk pendaftaran BPP-DN, saya masuk kriteria dosen atau calo dosen bu?
    Terima kasih.

    • Fitri says:

      Dear Santoso, sampai saat ini melamar beasiswa Dikti baik BPP-DN maupun BPP-LN untuk kategori dosen adalah dosen tetap yang memiliki NIDN yang terdata di evaluasi.dikti.go.id jadi adik saat ini melamar BPP-DN hanya bisa melalui jalur calon dosen terkecuali kelak ada perubahaan kebijakan.
      Sukses dan salam dari jauh, Fitri

  11. wulandari alwinda says:

    assalamu alaikum mbak fitri, mau nanya soal NIDN bagi lulusan S1 berjafung AA yang akan diubah menjadi NUPN jika diakhir thn 2014 belum mendapatkan ijazah S2.trus gimana klo yang bersangkutan sementara kuliah S2,apa akan diberikan kebijakan tertentu?seperti memasukkan keterangan kuliah atau melaporkan kemajuan studi?misalnya untuk yang masuk T.A 2013, itu gmn mbak?tlg infonya mbak.thanks

  12. Sandi yunus says:

    mba fitri saya mau tanya,apa NUPN bisa digunakan untuk beasiswa bpps?

    • Fitri says:

      Belum bisa dik Sandi Yunus melamar BPPS (sekarang namanya menjadi BPP-DN) yang diperuntukan dosen tetap, tapi pemilik NUPN boleh lamar beasiswa unggulan Dikti yang diperuntukan calon dosen (ada ikatan kerja dengan Dikti setelah selesai studi lanjut, siap di tempatkan di Perguruan Tinggi manapun sebagai dosen kontrak non PNS selama masa ikatan dinas dengan Dikti), itu juga tergabung di BPP-DN bagian BU.

      Salam, Fitri.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.