Master Teacher Jadi Konsep Pelatihan Guru untuk Hadapi Kurikulum 2013

12/13/2012
Jakarta — Konsep pelatihan para guru dalam menghadapi kurikulum 2013 akan dilakukan dengan menggunakan metode master teacher. Guru-guru berprestasi dan memiliki skill atau kemampuan mengajar yang baik akan dilatih terlebih dahulu untuk kemudian menyampaikan ilmu yang didapat kepada guru yang lain. “Bisa guru juara lomba nasional, guru teladan nasional, guru terbaik di sekolah-sekolah swasta, negeri, sekolah internasional, ada juga sebagian dosen dan praktisi sebagai pelatih. Mereka yang akan memberikan pelatihan ke guru-guru yang akan menjadi master teacher,” jelas Mendikbud Mohammad Nuh di ruangannya, pada Selasa (11/12) lalu.

Tiga hal yang penting dalam pelatihan guru ini adalah materi pelatihan, target guru yang dilatih, dan metode pelatihan yang digunakan. Guru yang mendapat prioritas pelatihan adalah guru kelas I, IV, VII, dan X dengan materi seputar konsep kurikulum baru. “Sebenarnya, opsinya kan ada beberapa terkait teknis pelaksanaan. Tetapi, kemungkinan besar adalah diterapkan pada kelas I, IV, VII, dan X,” ujar Menteri Nuh.

Ia menjelaskan, setiap pelatihan nantinya akan selalu ada pre-test dan post test. “Dari situ kita lihat master teacher terbaik. Sehingga kita punya stok master teacher,” katanya. Salah satu tujuan konsep master teacher ini adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri guru, dan memotivasi guru  untuk berprestasi.

Guru-guru yang akan dipilih untuk mengikuti pelatihan menjadi master teacher tidak hanya berasal dari kota besar, tetapi juga dari tingkat kabupaten. “Kita ingin membangun atmosfer supaya guru berlomba untuk berprestasi. Karirnya tidak hanya berupa tunjangan profesi, pangkat, tapi ada status yang lain, yaitu master teacher,” tutur Menteri Nuh.

Pelatihan guru akan dilakukan secara paralel dengan pelatihan master teacher, yaitu berupa angkatan. “Begitu angkatan satu master teacher selesai dan dinyatakan qualified, dia langsung terjun ke lapangan, training guru-guru di mana-mana,” terang Mendikbud. Sementara angkatan master teacher yang pertama melakukan pelatihan untuk guru-guru, pelatihan angkatan kedua untuk master teacher terus dilakukan, dan seterusnya. Dalam menjalankan pelatihan guru tersebut, Kemdikbud akan terus menjamin quality control para guru yang menjadi peserta pelatihan. (DM)  Sumber: Website Kemdikbud

***
Sekolah Favorit akan Dijadikan Sister School
Harus Tularkan Ilmu ke Sekolah Sekitar

Rabu, 12 Desember 2012 , 10:27:00
JAKARTA – Upaya menyiapkan guru untuk menerapkan kurikulum baru terus dimatangkan. Di samping melakukan pelatihan secara struktural, pemerintah berencana menggunakan pendekatan sister school dengan melibatkan sekolah-sekolah bonafit, baik negeri maupun swasta.

“Kita berharap ada beberapa sekolah yang menjadi sister school. Dijadikan sister dengan sekolah yang berdekatan di situ, sehingga akan semakin menggelinding (pelatihannya),” katanya. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, di ruang kerjanya, Selasa (11/12), usai menyampaikan laporan tentang kurikulum kepada Wakil Presiden Boediono.

Dengan pendekatan ini, kata Mendikbud, sekolah-sekolah yang bagus dapat menularkan ilmunya ke sekolah di sekitarnya. Sehingga tema besar yang diusung dalam model sister school ini ialah, menanamkan semangat menularkan ilmu dari sekolah berkualitas bagus ke sekolah di sekitarnya. “Semangatnya kalau sekolah saya punya ilmu yang bagus maka semangatnya kita dorong ditularkan ke sekolah lain melalui sister school,” katanya.

Menurut Nuh, penyiapan guru merupakan salah satu hal yang ditekankan oleh Wapres dalam penerapan kurikulum baru. Dalam laporannya, Mendikbud melaporkan tiga hal terkait penyiapan guru yaitu materi pelatihan, sasaran pelatihan, dan metode pelatihan.

Sementara terkait penyiapan guru master, Mendikbud menjelaskan, guru-guru yang akan dijadikan guru master adalah guru-guru yang berprestasi menjadi juara tingkat internasional dan nasional. Para kandidat master juga dipilih dengan mempertimbangkan nilai uji kompetensi awal dan uji kompetensi guru. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan melatih dan berkomunikasi.

“Tidak hanya diambil dari kota besar, tetapi dari berbagai daerah selama memenuhi persyaratan. Pelatihan ini nanti tidak hanya melatih, tetapi membangun atmosfer supaya guru berlomba untuk berprestasi,” pungkasnya.(sumber: Fat/jpnn)

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.