Beberapa Ketentuan Baru yang Perlu diperhatikan dalam Usulan NIDN, NUP dll
Adik-adik yss,
Perhatikan di web http://evaluasi.dikti.go.id/
Untuk pengajuan NIDN, pindah homebase dan perubahan status dari honorer ke dosen tetap, ada beberapa perubahan yang perlu diperhatikan:
- Dosen tetap yayasan:
SK pengangkatan yayasan bagi dosen tetap PTS harus dilengkapi/memuat:
hak dan kewajiban antara calon dosen dengan yayasan

- Dosen tetap PTN
Selama ini hanya yang sudah memiliki SK PNS bisa mengajukan NIDN (karena CPNS kan belum berstatus dosen tetap, masih calon), namun diperhatikan sekarang sudah pakai tanda / ( SK PNS/CPNS ) bukan lagi pakai kata dan (SK PNS dan CPNS) tandanya CPNS dosen sudah bisa ajukan NIDN, mungkin mau mengikuti kebijakan NIP yang berlaku untuk CPNS dan PNS.
Berkas yang perlu dilampirkan
- KTP Terbaru
- Ijazah Lengkap (mulai S-1/D-4), Bagi Lulusan PT Luar Negeri disertakan SK Penyetaraannya
- SK sebagai PNS/CPNS
- Rekening koran/tabungan (6 bulan terakhir)
- Bukti Transfer Gaji 6 Bulan terakhir
- Surat Pengantar dari Pimpinan

JADWAL PENGAJUAN:
MENU yang sedang NON AKTIF (belum bisa ajukan pengusulan saat ini):
- Pengajuan NIDN dilakukan pada bulan Januari, Februari, Agustus, dan September (menu ini sudah diaktifkan sepanjang tahun, ada perubahan kebijakan terhitung Oktober 2012, Pengajuan dapat dilakukan setiap saat, sedangkan pemrosesan NIDN dilakukan pada bulan Januari, Februari, Agustus, dan September untuk KEMDIKBUD, dan sepanjang tahun untuk selain KEMDIKBUD)
- Pengajuan Perpindahan dari NUPN ke NIDN
- Perpindahan Homebase Dosen Antar PT di-non-aktifkan, menunggu SOP yang baru tentang tata cara Perpindahan Dosen
MENU yang MASIH AKTIF ( MASIH BISA diusulkan):
- Pengajuan NUPN, Pengajuan Tambahan Riwayat Pendidikan Dosen
Pengajuan Perpindahan Homebase Dosen (Intra PT),Perawatan Data Master Dosen (Perubahan Data Dosen)

Dokumen Pendukung Pengajuan NIDN BARU bagi dosen tetap Yayasan:
1. KTP Terbaru
2. Ijazah Lengkap (mulai S-1/D-4), Bagi Lulusan PT Luar Negeri disertakan SK Penyetaraannya
3. SK sebagai Dosen Tetap Yayasan yang memuat hak dan kewajiban antara calon dosen dengan yayasan
4. Surat Pernyataan sesuai dengan SK Dirjen Dikti Nomor : 108/DIKTI/Kep/2001. (Contoh Surat Pernyataan Dosen Tetap)
5. Rekening koran/tabungan (6 bulan terakhir)
6. Bukti Transfer Gaji 6 Bulan terakhir
7. Surat Pengantar dari Pimpinan
Di web evaluasi hanya cantumkan item 1-4, namun item 5-7 jangan lupa dilampirkan karena sudah merupakan ketentuan dikti dan akan ditolak bila tak dilengkapi, silakan merujuk ke 3 surat edaran direktur Diktendik tentang pengajuan NIDN (3 SE ini berlaku untuk semua dosen tetap di lingkungan Kemdikbud baik dosen PTN, DPK kopertis maupun dosen yayasan):
http://www.kopertis12.or.id/2012/05/07/edaran-pengajuan-nidn-baru.html

Dokumen Pendukung Pengajuan Pindah Home Base Antar PT (bagi yang berstatus dosen tetap)
- SK Lolos Butuh dari PT Lama
- SK Dosen Tetap PT Baru yang memuat hak dan kewajiban antara calon dosen dengan yayasan
- Surat Pernyataan sesuai dengan SK Dirjen Dikti Nomor : 108/DIKTI/Kep/2001

Data yang perlu diisi dan berkas yang perlu dilampirkan dalam Pengajuan NUPN (Nomor Urut Pengajar Nasional untuk dosen lulusan S1 dan dosen honorer)
Nama Dosen
Tempat Lahir
Tanggal Lahir [YYYYMMDD]
Jenis Kelamin
Nomor KTP/NIK
Gelar Akademik
Jabatan Fungsional Akademik
Pendidikan Tertinggi
Status Aktivitas
Akta Sertifikat Mengajar
NIP (bagi PNS)
Berkas yang perlu diupload (jpg/pdf):
-KTP terbatu
-Surat Pernyataan sesuai dengan SK Dirjen Dikti Nomor : 108/DIKTI/Kep/2001
-SK sebagai Dosen Tidak Tetap Yayasan yang memuat hak dan kewajiban antara calon dosen dengan yayasan
-Ijazah Lengkap (mulai S-1/D-4), Bagi Lulusan PT Luar Negeri disertakan SK Penyetaraannya

Semoga bermanfaat, salam, Fitri.

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

4 Comments

  1. saya ingin bertanya apakah dosen luar biasa di PTN bisa mendapatkan NUPN?
    berhubung saya tidak memiliki jabfung.
    pertanyaan lanjutan dari saya, apakah mengajukan jabfung mesti memiliki NIDN/NUPN terlebih dahulu? kemudian apa saja keuntungan memiliki jabfung dan NUPN berhubung sy hanya dosen luar biasa. Mohon tanggapannya karena saya agak kurang mengerti masalah ini krn sy mencari sumber2 lain, malah saya jadi bingung sendiri.
    atas perhatiannya sy ucapkan terima kasih.

    • Fitri says:

      Dik Indrada,
      Bisa, NUPN memang dirancang untuk dosen honorer/dosen tamu/dosen junior lulusan S1 yang belum bisa diberi NIDN, tak memiliki jabfung tak masalah. Mengajukan jabfung bagi dosen tetap harus memiliki NIDN, bagi dosen tamu harus memiliki NUPN. Jabfung bagi dosen pemiliki NIDN (dosen tetap) diberi Kopertis (dosen Yayasan)/PTN untuk AA dan lektor & oleh Dikti untuk LK dan GB, Jabfung untuk pemilik NUPN (dosen tidak tetap/dosen tamu) diberi oleh Pimpinan PT tempat dosen ybs bertugas setelah disetujui Senat dengan merujuk pada Permendikbud no. 40 tahun 2012 tentang Pengangkatan Profesor/Guru Besar Tidak Tetap pada Perguruan Tinggi http://www.kopertis12.or.id/wp-content/uploads/2012/07/bn596-2012.pdf

      Keuntungan memiliki NUPN bagi dosen honorer/dosen tamu adalah:
      1 ) Bila suatu saat diangkat jadi dosen tetap bisa dialihkan status dari NUPN ke NIDN
      2 ) Pemilik NUPN bisa diberi jabfung oleh pimpinan PT setelah mendapat persetujuan Senat.
      Keuntungan memiliki Jabfung bagi dosen honorer/dosen tamu diantaranya bisa menjadi dosen pembimbing (jadi dosen pembimbing harus memiliki jafung minimal AA) dan berpeluang jadi pimpinan PT.
      Penjelasan selengkapnya bisa baca:
      http://www.kopertis12.or.id/2012/07/20/alhamdulillah-sdh-lahir-permendikbud-no-402012-ttg-jafung-dosen-tidak-tetap.html

      Salam, Fitri.

  2. mbak fitri, saat ini sy berstatus dosen honor di sebuah kampus swasta, baru sekitar 2 bulan, dalam bulan depan, kemungkinan pihak kampus akan mengajukan NUPN/NIDN. ttp saat ini sy jg masih mempertimbangkan sebuah peluang menjadi dosen tetap di kampus lain. sy jg msh ingin mencoba utk ikut tes cpns dosen di masa depan, kmrn gagal tes cpns dosen di kemenkes. menurut mbak fitri baiknya gmn? terimakasih..

    • Fitri says:

      Dik Endifebriyanto, kalo memang belum membulatkan hati jangan diangkat jadi dosen tetap cukuplah jadi dosen honorer (diberi NUPN), karena prosedur NIDN sekarang sangat lama, PTS susah peroleh dosen tetap (untuk membuka/memperpanjang ijin prodi dibutuhkan 6 dosen tetap S2/S3 yang 1inear ilmunya), kalo sudah dapat biasanya PTS asal tak sudi lepaskan mereka, tanpa surat lolos butuh/surat keluar dari PT asal, pindah homebase akan jadi masalah/tak bisa diangkat jadi dosen tetap di PT lain. Terima tawaran bila anda merasa puas dengan isi kontrak kerja yang PTS tawarkan dan sudah memutuskan cukup berkarir di situ.
      Salam, Fitri

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.