Lagi semarak kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau Ospek di berbagai Kampus, kebetulan ada yang tanya peraturan Dikti terkait Kegiatan Ospek, saya minta dia cermati cermati UU no. 12 tahun 2012 pasal 14 butir (2) dan (3) serta Kepmendiknas no. 155/U/1998 pasal 6 butir (2).

OSPEK,  sebutan ospek agaknya kurang bersahabat di telinga masyarakat karena sudah sering dihubungkan dengan kekerasan para mahasiswa senior. Namun berhubung Ospek sebenarnya adalah sebuah kegiatan memperkenalkan kampus kepada mahasiswa baru, yang berfungsi sebagai jembatan untuk mensosialisasikan kehidupan di Perguruan Tinggi dan proses pembelajaran yang akan dihadapi mereka. Maka tetap menjadi sesuatu kegiatan yang wajib diikuti oleh para Maba dengan berpedoman pada peraturan Ospek PT masing-masing yang pelaksanaannya melibatkan unsur pimpinan universitas, fakultas, mahasiswa dan unsur-unsur lainnya yang terkait, sesuai peraturan perundangan tentang kegiatan di PT.  Sebagian Perguruan Tinggi lebih memilih tidak memakai sebutan Ospek (dikhawatirkan terbentur SK Dirjen Dikti no. 38/DIKTI/Kep/2000 tentang larangan kegiatan Ospek yang masih berlaku sampai saat ini) , misalnya di UI, sebutan untuk OSPEK adalah Orientasi Kehidupan Kampus (OKK), di UNJ biasa disebut dengan Masa Pengenalan Akademik (MPA) dsb

Produk hukum terkait:
UU no. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Penjelasan
Pasal 14
(1) Mahasiswa mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan dirinya melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler sebagai bagian dari proses Pendidikan.
(2) Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan melalui organisasi kemahasiswaan.
(3) Ketentuan lain mengenai kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam statuta Perguruan Tinggi.
Contoh: di Statuta Unsrat pasal 92 butir 2 dijelaskan:
Ketentuan mengenai pembinaan kemahasiswaan diatur dengan Peraturan Rektor.

Bagi PT yang tidak mencantumkan kegiatan Ospek dalam statuta PT, masih bisa buat peraturan Ospek PT dengan berpedoman pada:
(1) Kepmendiknas no. 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi kemahasiswaan di Perguruan Tinggi
Pasal 5 butir 2
Organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi mempunyai fungsi sebagai sarana dan wadah:
(2)pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan;
Pasal 6
Derajat kebebasan dan mekanisme tanggungjawab organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi terhadap perguruan tinggi ditetapkan melalui kesepakatan antara mahasiswa dengan pimpinan perguruan tinggi dengan tetap berpedoman bahwa pimpinan perguruan tinggi merupakan penanggungjawab segala kegiatan di perguruan tinggi dan/atau yang mengatasnamakan perguruan tinggi.

(2) SK Dirjen Dikti no. 38/DIKTI/Kep/2000 tentang Pengaturan Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru di Perguruan Tinggi

(3) SK Dirjen Dikti no. 3120/D/T/2001 tentang Penegasan Pemberlakuan Pelarangan Ospek

Contoh Peraturan pembentukkan Kegiatan Ospek di UNY yang menjelaskan hak, kewajiban dan sanksi pelanggaran

Beberapa berita yang dimuat di media Okezone terkait Ospek yang dihimpun Dikti dalam websitenya:
- Mendikbud Siap Jatuhkan Sanksi Kekerasan Ospek
- Ospek, Harus Ikutkah?

Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan informasi tentang Kegiatan Ospek,
Salam, Fitri

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.