ASEAN Curriculum Source Book Resmi Diluncurkan

Oleh Webmaster – 04 July 2012

Yogyakarta, 4 Juli 2012– Pada hari kedua East Asia Summit – 1st Educational Ministerial Meeting, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, didampingi Menteri Pendidikan Brunai Darussalam, Pehin Abu Bakar Apong, dan Sekretaris Deputi untuk Departemen Pendidikan Amerika Serikat, Anthony Wilder Miller secara resmi meluncurkan  ”ASEAN Curriculum Source Book” yang dilakukan bersamaan dengan pembukaan 7th ASED Meeting.

ASEAN Curriculum Source Book merupakan buku penting yang bertujuan untuk menguatkan Asianess (rasa ke-ASEAN-an) di kalangan masyarakat ASEAN. Mendikbud Muhammad Nuh menyatakan bahwa semangat ke-ASEAN-an di kalangan pemimpin negara mungkin sudah kuat. Namun, di kalangan masyarakat atau pelajar khususnya, semangat tersebut belum tentu kuat.

ASEAN memiliki potensi luar biasa karena berpenduduk 600 juta jiwa dengan gross domestic brutto (GDP) 2 triliun US Dollar. Jumlah penduduk di ASEAN mencapai kisaran 9 persen dari total penduduk dunia yang berjumlah sekitar 7 miliar. Hal tersebut menunjukkan bahwa ASEAN memiliki potensi besar untuk memainkan peran strategis dalam dunia global.

Untuk memainkan peran strategis di dunia internasional, penting bagi negara ASEAN untuk saling mengetahui dan memahami antara satu dengan yang lainnya. Hal tersebut bisa dicapai dengan menumbuhkan semangat ke-ASEAN-an di kalangan masyarakat ASEAN.  Dunia pendidikan memainkan peran strategis dalam mempromosikan semangat ASEAN tersebut. Dengan memasukkan buku yang berisi warisan budaya ASEAN kedalam kurikulum pelajaran, diharapkan buku ini akan berfungsi sebagai buku sumber dimana guru dan siswa dapat mengambil manfaat untuk mengetahui lebih lanjut tentang nilai-nilai ASEAN. Sehingga negara-negara anggota ASEAN akan memiliki hubungan yang solid di masa depan.

“Karena itu, perlu membangun semangat ASEAN lagi. Langkah ini dimulai dengan memberikan pemahaman kepada para pelajar, tentang apa itu ASEAN, identitas-identitas ASEAN, website-website tentang ASEAN, hingga pembelajaran-pembajaran apa yang selama ini telah dilakukan ASEAN,” ungkap Mendikbud.

Pada hari kedua rangkaian East Asia Summit – 1st Educational Ministerial Meeting ini, Mendikbud bersama para Menteri Pendidikan lainnya, setelah menggelar kegiatan diatas, disibukkan dengan pembahasan poin-poin penting yang telah diagendakan dalam EAS EMM 2012.  Disamping pertemuan multilateral, beberapa Menteri juga berkesempatan untuk mengadakan pertemuan bilateral seperti yang diselenggarakan Menteri Pendidikkan dan Kebudayaan Indonesia dengan Menteri Pendidikan Jepang dan Menteri Pendidikan Selandia Baru dengan Menteri Pendidikan Malaysia.

Dalam jamuan makan malam, Delegasi Menteri Pendidikan EAS EMM berkesempatan untuk menyaksikan sendratari Ramayana yang bertempat di pelataran Candi Prambanan. Sendratari yang bercerita tentang kisah penculikan Dewi Shinta oleh Rahwana ini ditampilkan secara apik, sehingga mengundang decak kagum para delegasi.

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.