Kasih sayang seorang ayah…

Masih ingat kisah saudara kita Dr Mufti Ali, Dosen IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang Banten yang berjuang keras mencari pengobatan untuk menyembuhkan puteri keduanya Mahira Mujahida (l. 2002), yang mengalami penyakit langka yaitu retrognathia, posisi tulang rahang bagian bawah yang terlalu ke belakang. Kondisi ini diduga yang menyebabkan gangguan pernapasan akut (sleep apnea), sehingga sejak lahir Mahira dinyatakan tidak pernah istirahat (tidur), pertumbuhannya tidak normal dan keadaannya cukup memprihatinkan.

Untuk penyembuhan penyakitnya, di rahang Mahira harus dipasang alat yang disebut dengan osteodistraksi selain harganya selangit juga belum ada di RSCM atau RS lain manapun di Indonesia. Atas saran dr. RSCM agar melanjutkan pengobatan di Singpore. Pak Mufti Ali hanyalah pegawai negeri sipil biasa (gol. III/ C) di IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang Banten. Apa yang mereka miliki sudah habis dijual untuk pengobatan Mahira selama 5 tahun Indonesia (2006-2010) dan pengobatan tahap awal di Singapura (14 April – 2 Juni 2011). Askes, satu-satunya asuransi kesehatan yang mereka miliki, tidak mengcover biaya pengobatan di Luar Negeri bahkan sebagian besar pengobatan dalam negeri.

Saya sangat tersentuh sewaktu membaca berita terkait yang disebarkan Pak Abdul Hamid di GDI sini, sangat hancur perasaanku waktu membaca surat beliau, sampai hari ini air mata masih mengalir untuk mereka. Suratnya mencerminkan kasih sayang yang luar biasa dari seorang pendidik lulusan S3, demi anaknya, demi jantung hatinya RELA KORBANKAN SEMUA HARGA DIRI meminta bantuan ke Saudara Setanah Air agar berkenan turut membantu, sehingga anak mereka bisa dioperasi memperoleh penyembuhan. Saya yakin Pak Mufti Ali sebagai Pendidik yang cukup berpotensi dan terpandang di daerahnya bila untuk kepentingan diri sendiri sampai matipun tak akan meminta, namun kasih sayang ke anak sudah melampau HARGA DIRI yang beliau miliki, itulah KASIH SAYANG seorang ayah yang sungguh LUAR BIASA.

Tidak bisa dipungkiri biaya pengobatan yang berkepanjangan untuk keluarga jauh lebih berat dari pada biaya pendidikan yang harus kita sediakan, ini sudah saya mengalami sendiri. Bersyukurlah Bapak/Ibu yang memiliki anggota keluarga sehat walafiat sehingga terhindar dari pengeluarkan biaya pengobatan yang kadang tak bisa kita prediksi sebelumnya. Semalam saya tiba-tiba terbayang Mahira terus, kebetulan di tulisan Ayahnya dulu yang saya simpan ada disertakan no hp sehingga bisa menanya kabar Mahira.

Kabar yang saya terima langsung dari Pak Mufti, karena masalah pendanaan yang cukup besar S$ 44.113 operasi di S’pore dibatalkan. InsyaAllah gantinya akan lakukan operasi di RS Hasan Sadikin Bandung pada tanggal 16 Januari 2012. Saat ini sedang melakukan serangkaian pemeriksaan pasca operasi. Saya tak berani tanya tentang alat osteodistraksi yang pada pertengahan 2011 kabarnya tak ada di RS Indonesia, namun saya YAKIN semua penyakit merupakan cobaan yang diberi Allah SWT, di manapun Mahira jalani operasi bila Allah berkehendak sembuhlah Mahira.

Bapak/Ibu/Adik yang saya sayangi, mohon bantu doakan (bisa dilaksanakan sewaktu Bapak/Ibu selesai shalat/sembayang) agar Mahira diberi kesembuhan sehingga bisa bertumbuh normal dan beraktivitas/sekolah seperti anak-anak kita, kepada saudara kita Pak Mufti Ali dan keluarga agar diberi ketabahan dan kesabaran menerima hasil perjuangan mereka, apapun hasil pengobatan, yakinlah itu yang terbaik menurutNYA.

Terma kasih untuk semua kebaikan dan perhatian Bapak/Ibu/Adik. Salam hangat dari Medan.

P.S. Kisah Mahira sebelumnya bisa baca di postingan yang terhimpun di menu sini :  Tunjukkan Bahwa Anda Perduli !

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.