Runtuhnya Jembatan Tenggarong

by Djoko Luknanto on Sunday, November 27, 2011 at 5:56am

http://www.facebook.com/notes/djoko-luknanto/runtuhnya-jembatan-tenggarong/328520883829388

Sabtu, 26 November 2011 sekitar pukul 16:15 WITA, Jembatan Kota Tenggarong yang melintasi Sungai Mahakam runtuh.

Foto-foto ini diperoleh dari Pustaka [1]

Gambar 1a. Jembatan Kota Tenggarong saat beroperasi normal malam hari

Gambar 1b. Jembatan Kota Tenggarong saat beroperasi normal siang hari

Gambar 2a. Jembatan Kota Tenggarong setelah runtuh

Gambar 2b. Jembatan Kota Tenggarong setelah runtuh

Dari Wikipedia:

Structural analysis

The main forces in a suspension bridge of any type are tension in the cables and compression in the pillars. Since almost all the force on the pillars is vertically downwards and they are also stabilized by the main cables, the pillars can be made quite slender, as on the Severn Bridge, on the Wales-England border.

Figure 1. The slender lines of the Severn Bridge 

In a suspended deck bridge, cables suspended via towers hold up the road deck. The weight is transferred by the cables to the towers, which in turn transfer the weight to the ground.

Assuming a negligible weight as compared to the weight of the deck and vehicles being supported, the main cables of a suspension bridge will form a parabola (very similar to a catenary, the form the unloaded cables take before the deck is added). One can see the shape from the constant increase of the gradient of the cable with linear (deck) distance, this increase in gradient at each connection with the deck providing a net upward support force. Combined with the relatively simple constraints placed upon the actual deck, this makes the suspension bridge much simpler to design and analyze than a cable-stayed bridge, where the deck is in compression.

Bagi teman-teman yang tidak terbiasa dengan jembatan gantung suspensi, saya ambilkan denah bagian-bagian penting dari jembatan jenis ini; saya ambilkan dari Pustaka [3], The Visual Dictionary.

Figure 2. Suspension Bridge (The InfoVisual.info site uses images to explain objects. Copyright © 2005, 2007 – Bernard Déry. All rights reserved.)

Suspension bridge: construction that allows automobiles to travel between two points separated by an obstacle.

Side span: segment between two pylons at the ends of a bridge.

Centre span: segment between two pylons at the centre of a bridge.

Side pylon: tower-like vertical construction situated at the side, usually supporting the cables of a suspension bridge or a cable-stayed bridge.

Foundation of a pylon: very durable lower part of a tower.

Suspender: support cable.

Suspension cable: set of braided wire that supports a bridge.

Pylon: tower-like vertical support that usually supports the cables of a suspension bridge or a cable-stayed bridge.

Stiffening girder: tightener beam.

Kalau melihat fakta dan analisis struktur yang terjadi pada jembatan jenis ini, maka analisis awal saya, pada saat pengenduran dan pengencangan baut, pada salah satu atau beberapa kabel penggantung vertikalnya terjadi beban yang tidak simetris lagi, sehingga salah satu atau beberapa kabel penggantung vertikal dek jembatan baja menerima beban berlebihan, melebihi tegangan tarik ijinnya. Begitu salah satu kabel penggantung vertikalnya mengalami kegagalan, maka terjadi beban tak seimbang pada seluruh penggantung vertikalnya, sehingga runtuh seperti domino principle

Perlu dipahami bahwa struktur kabel penggantung vertikal terdiri atas (1) kabel baja penggantung (hanger, suspender), (2) konstruksi sambungan pada kabel penggantung utama dan (3) konstruksi sambungan pada dek jembatan. Jadi keruntuhan konstruksi penggantung vertikal meliputi tiga komponen di atas.

Hint: Dalam perencanaan bangunan ketekniksipilan selalu digunakan angka keamanan. Di lapangan hal ini perlu diselidiki secara cermat, mengapa keruntuhan terjadi pada seluruh kabel penggantung vertikal.

  1. Pada Gambar 2a dan 2b tampak bahwa fondasinya masih berdiri tegak walaupun dek jembatannya sudah runtuh sama sekali, sehingga dalam hal ini fondasi bukan penyebab runtuhnya jembatan tersebut, walaupun sudah sering kena tongkang pembawa batu bara.
  2. Seingat saya sewaktu saya duduk sebagai mahasiswa S1 di JTSL FT UGM, bentuk parabola tersebut terjadi karena beban terbagi merata pada setiap kabel penggantung vertikalnya. Pada Gambar 2a dan 2b tampak bahwa kabel suspensi berbentuk parabola karena berat sendiri dari kabel suspensi itu sendiri. Sedangkan pada Gambar 1a dan 1b, kabel suspensi membentuk parabola dengan segmen-segmen linier, karena beban dek jembatan di bawahnya. Catatan: saya tidak sempat membuat beberapa ilustrasi dasar untuk menjelaskan konsep parabola yang terbentuk pada jembatan suspensi ini.

Saran

  1. Dicermati SOP (Standard Operation Procedure) pemeliharan jembatan yang digunakan, terutama yang terkait dengan karakteristik jembatan gantung suspensi dengan dek jembatan rangka baja.
  2. Diteliti bagian mana yang runtuh dari ke 3 komponen struktur kabel penggantung yang telah dijelaskan di atas.
  3. Diteliti baut di lokasi mana yang menurut kabar dikendorkan.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada Pak Dody Widodo (http://www.facebook.com/dodyXwidodo) atas foto-fotonya.

Kasus Serupa

Pustaka:

  1. http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2278835372440.2109163.1295435164
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Suspension_bridge
  3. The Visual Dictionary: http://www.infovisual.info/05/028_en.html
  4. http://www.tempo.co/read/news/2011/11/27/179368609/Jembatan-Tenggarong-Pernah-Ditabrak-Ponton-Enam-Kali
  5. http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=225042:jembatan-tenggarong-runtuh&catid=77:fokusutama&Itemid=131
  6. Pemeliharaan jembatan kabel suspensi: http://iabse-bd.org/old/102.pdf
  7. Persamaan matematika jembatan kabel suspensi: http://www.math.hmc.edu/~dyong/papers/strings.pdfMirip
  8. Penjelasan populer jembatan kabel suspensi: http://static.howstuffworks.com/pdf/ups-suspension-bridge.pdf
  9. http://en.wikipedia.org/wiki/Mackinac_Bridge
  10. http://indonesia.atvisit.com/2011/11/mahakam-bridge-golden-gate-indonesia.html
  11. http://www.kaskus.us/showpost.php?p=564893164&postcount=652

Data Teknis

Sesuai Buku “Konstruksi Indonesia” Terbitan (Depkimpraswil) Kementerian PU, Tahun 2003
Nama Lain: Jembatan Kertanegara – 1

Tipe Bangunan Atas: Jembatan Gantung Rangka Baja.
Panjang Bentang Total: 710 M
Panjang Bentang Utama: 470 M
Fabrikasi Rangka Baja: PT. Bukaka Teknik Utama

Kabel Penggantung: dari Canada (tidak disebutkan nama produsen/fabrikan).
Perlindungan Keawetan Kabel: Zinc Galvanized Coated.
Bangunan bawah: Pondasi Tiang Pancang Baja.

Tinggi Bebas/Vertical Clearence: 45 M.
Ruang Bebas Horizontal: 270 M
Tinggi Tower: 37 M
Berat Tower: 292 Ton.

Metode Konstruksi: Heavy Lifting
Disain: Direktorat Jenderal Bina Marga
Kontraktor: PT Hutama Karya (Persero)
Pengawas: PT. Perentjana Djaja
Lama Konstruksi: 5 Tahun
Peresmian: 22 September 2001

KEUNIKAN: Dilengkapi dengan alat Early Warning System (EWS), untuk memonitor setiap gerakan yang terjadi, yaitu: getaran, lendutan, pergeseran, dan gerakan-gerakan lainnya.
—–
From: civeng@yahoogroups.com [mailto:civeng@yahoogroups.com]
Sent: 28 Nopember 2011 16:19
Subject: [CEE] Data Jembatan Mahakam II

 

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.