Sistem Sertifikasi Guru Diubah

Guru Harus Mendaftar Sendiri secara “Online”

Kamis, 27 Oktober 2011

Jakarta, Kompas - Proses sertifikasi guru berubah. Mulai 2012 penetapan peserta sertifikasi menggunakan sistem online. Guru harus mengisi sendiri data dirinya, seperti usia, masa kerja, dan golongan pangkat.

”Mekanisme baru ini lebih fair, adil, obyektif. Data bisa dilihat semua orang. Kalau ada yang salah, bisa dikoreksi,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom, Rabu (26/10), di Jakarta.

Untuk menghindari pemalsuan data, guru bisa mengisi atau mengunggah data pribadi ke database Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan di laman www.sergur.pusbangprodik.org

Jika tidak bisa mengakses internet, akan ada tim operator di setiap kabupaten/kota. Menurut Syawal, dalam mekanisme baru ini data tidak bisa direkayasa dan dipastikan adil karena faktor usia menjadi prioritas. ”Selama ini urutan pertamanya masa kerja, dan ini bisa dipalsukan dengan surat keterangan,” kata Syawal.

Seluruh proses sertifikasi, termasuk uji kompetensi, lanjut dia, dipercepat hingga bisa selesai pada Agustus 2012. Pada tahun 2012 direncanakan akan ada 300.000 guru yang disertifikasi.

Dari total 2,9 juta guru di Indonesia, sekitar 1.101.552 guru telah mengikuti sertifikasi antara kurun waktu 2007-2009. Dari jumlah itu, 746.727 guru telah lolos dan bersertifikat serta baru 731.002 guru yang telah menerima tunjangan profesi.

Sementara sisa guru yang memenuhi syarat untuk mengikuti sertifikasi sebanyak 961.688 orang (32,9 persen). Dari jumlah total guru yang ada, terdapat 861.967 guru (29,5 persen) yang belum memenuhi syarat untuk sertifikasi karena belum mencapai jenjang S-1/D-4.

”Sisa guru ini saya yakin bisa selesai dalam empat tahun atau 2015. Tetapi, itu jika rata-rata per tahunnya ada 200.000 guru yang lulus sertifikasi,” kata Syawal.

Penilaian kinerja

Selain perubahan mekanisme sertifikasi, pemerintah mulai tahun ini akan mulai melakukan penilaian kinerja guru bagi guru pemegang sertifikat pendidik. Penilaian akan digunakan untuk mengevaluasi signifikasi sertifikasi guru terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Retno Listiyarti, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia, mengatakan, sistem online dalam pendaftaran sertifikasi guru memang baik karena database menjadi lebih baik.

”Tetapi, perlu diingat, Indonesia itu tidak cuma Jakarta atau Jawa. Perlu dipertimbangkan juga bagaimana dengan guru-guru di daerah terpencil yang tidak punya akses komputer atau internet,” kata Retno.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengingatkan, penetapan peserta sertifikasi selama ini oleh dinas pendidikan kerap tidak berdasarkan data valid sehingga merugikan guru. ”Sampai saat ini masih banyak data guru yang salah, bahkan tak diproses,” ujarnya. (LUK/ELN)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2011/10/27/0508309/sistem.sertifikasi.diubah

>>>

Sertifikasi Guru “Dieksekusi” secara Online

Rabu, 26 Oktober 2011 | 14:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Syawal Gultom mengatakan, untuk menyempurnakan sistem dan mekanisme rekrutmen peserta sertifikasi guru, pihaknya membangun Aplikasi Penetapan Peserta Sertifikasi Guru (AP2SG) yang hasilnya dapat diakses secara online.

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan sertifikasi guru dari tahun ke tahun, setidaknya ada beberapa hal yang diperbaiki pada pelaksanaan sertifikasi pada tahun 2012. Selain melalui sistem online, para peserta sertifikasi guru juga harus mengikuti uji kompetensi, perankingan yang disesuaikan melalui usia, masa kerja, dan golongan, serta penjadwalan.

“Sebelum mengikuti diklat, semua peserta harus ikut uji kompetensi. Persyaratannya juga berubah, tahun depan usia menjadi syarat utama karena sulit dimanipulasi,” kata Syawal, Rabu (26/10/2011), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Salah satu bagian penting dalam pelaksanaan sertifikasi guru, kata dia, adalah proses rekrutmen dan penetapan calon peserta. Untuk menjamin obyektivitas dan berkeadilan, tahun depan daftar nama calon peserta sertifikasi guru akan dipublikasikan sebelum ditetapkan sebagai peserta sertifikasi.

“Ketika kuota sudah ditetapkan, maka sistem akan bekerja sendiri mengurutkan peserta sertifikasi. Berkeadilan karena yang mengeksekusinya bukan orang, melainkan sistem. Maka akan menekan subyektivitas,” ujarnya.

AP2SG dapat diakses melalui www.sergur.pusbangprodik.org. Data guru yang ditampilkan dalam laman tersebut merupakan data calon peserta sertifikasi yang diambil dari database Nilai Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang telah diperbaiki per 30 September 2011.

“Apabila ada data yang tidak tepat maka bisa menghubungi dinas pendidikan kabupaten/kota untuk diperbaiki dengan membawa bukti pendukung,” kata Syawal.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/26/14273279/Sertifikasi.Guru.Dieksekusi.secara.Online

>>>

Kemdikbud Bentuk Tim Penilai Kinerja Guru
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/27/164240/Kemdikbud-Bentuk-Tim-Penilai-Kinerja-Guru

27 Oktober 2011

JAKARTA- Guna meningkatkan kinerja dan profesionalitas serta kewajiban para guru untuk melakukan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membentuk tim penilai kinerja guru. Dengan demikian, guru sebagai profesi benar-benar memiliki standar kualitas kinerja sebagai seorang profesional.”Kinerja mereka akan dinilai setiap tahun sekali oleh tim penilai di tingkat sekolah, yaitu kepala sekolah, guru senior, dan pengawas sekolah. Penilaian kerja tahap awal ini akan dilaksanakan dua kali dalam setahun,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjamin Mutu Pendidikan, Syawal Gultom, di Gedung Kemdikbud, kemarin. Penilaian tersebut meliputi formatif dan sumatif. Penilaian formatif dilaksanakan pada awal tahun ajaran guru, yang dimaksudkan untuk membuat perencanaan PKB bagi guru yang disesuaikan dengan kebutuhan. Penilaian sumatif dilaksanakan pada akhir tahun ajaran guru, yang digunakan sebagai bahan pengajuan perolehan angka kredit guna kenaikan pangkat.

…dst

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

5 Comments

  1. anton says:

    guru yang telah mendapat gelar profesional dan tunjangan sertifikasi/profesional tidak semua menunjukkan peningkatan kinerja/mutu yang signifikan.

  2. IHSANWADI says:

    Banyak guru tidak dapat sertifikasi, gara-gara jumlah jam yang tidak mencukupi, kalo keadaan seperti ini dibiarkan maka sistem baru Sertifikasi Guru tidak akan membawa perubahan positif.

  3. Mikael says:

    Bagaimana dengan guru yang baru CPNS, tapi udah diperbolehkan ikut sertifikasi????

    • Fitri says:

      Pak Mikael, Kalo masih CPNS belum bisa ikut sertifikasi. Silakan baca persyaratan sertifikasi guru yang bisa download di http://sertifikasiguru.org/download.php, mengenai persyaratan yang update bisa baca Permendiknas no. 11 tahu 2011, atau Buku 1 Pedoman Penetapan Peserta tahun 2011 atau menuju Info yang terdapat di menu horizontal atas lalu klik Persyaratan Peserta.
      Terima kasih, salam, Fitri.

  4. M. HAMAM says:

    Kami sangat setuju sekali apabila, perekrutan sertifikasi guru disesuikan dengan usia? dan bagaimanakah kalau waktu penilaian uji kopetensi usia dijadikan acuan dan prioritas utama dalam penilaian uji kopetensi.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.