Jurnal Ilmiah yang Diakui Dikti dalam Penilaian Angka Kredit Dosen
Dalam penilaian angka kredit dosen, Dikti hanya mengenal 3 (tiga) jenis jurnal yaitu :
1) Journal Nasional tidak terakreditasi adalah jurnal lokal yang sudah memiliki ISSN namun belum terakreditasi Dikti.
2) Journal Nasional teakteditasi adalah jurnal yang sudah memiliki ISSN dan terakreditasi Dikti.
3) Journal International adalah jurnal yang sudah mendapat pengakuan para ilmuwan sedunia, untuk mempublikasikan berbagai buah pemikiran atau hasil penelitian dari para ilmuwan, akademisi dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.
Kriteria jurnal internasional yang jadi pedoman Dikti bisa baca di sini

Untuk menjadi Journal Nasional terakreditasi, para pengelola Journal Local yang menerbikan naskah berkala mengajukan pengusulan akreditasi ke Libtamas (P2M) Dikti, mereka ini bisa aja berasal dari perguruan tinggi, lembaga ilmiah dan himpunan profesi di Indonesia. Jurnal terbitan mulai tahun 2011 memiliki masa laku akreditasi selama 5 tahun (sebelumnya 3 tahun). Proses akreditasi dilaksanakan Dikti 2 kali dalam setahun dengan batas waktu pengajukan periode I selambat-lambatnya tgl 31 Maret dan periode II selambat-lambatnya 31 Agustus dengan mengikuti ketentuan :

Permendiknas no. 22 Tahun 2011 tentang Terbitan Berkala Ilmiah

SK Dirjen Dikti no. 49/DIKTI/Kep/2011 tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah

Surat Edaran Direktur Diktendik No. 1313/E5.4/LL/2011 tentang Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah Tahun 2011

Surat Edaran Direktur Diktendik Tanggal 10 January 2012 tentang Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah Tahun 2012

Untuk mengetahui nama Jurnal Terakreditasi silakan baca DAFTAR JURNAL TERAKTEDIKTASI DIKTI :

Daftar Jurnal Terakreditasi Periode II tahun 2011 ( masa laku 5 tahun sejak ditetapkan)

Daftar Jurnal Terakreditasi Periode I tahun 2011 (masa laku Agustus 2011-Agustus 2016)

Daftar Jurnal Terakreditasi Periode 2008-2010 (masa laku 2011-2013)

Semoga bermanfaat bagi yang belum memahami kriteria jurnal terakreditasi Dikti.Salam, fitri.

>>>

Update :

Pertanyaan dari Pak Candra M di GDI, malam 22 September 2011
Bu nurfitri sy Mau tanya ada jurnal yg telah punya ISSN tapi tidak bisa digunakan untuk kenaikan pangkat alasannya Jurnal tersebut multi disiplin ilmu atau bunga rampai…padahal jurnal tersebut digunakan untuk naik ke Lektor 3c bukan buat gol 4 keatas..apakah benar Jurnal ilmiah yg sudah mndapat ISSN hanya karena multi disiplin ilmu tidak bisa digunakan buat kum ?

Tanggapan saya,
Pak Candra M
Kriteria jurnal ilmiah nasional (baik terakreditasi atau tidak terakreditasi Dikti ) yang dijamin peroleh KUM:
- Substansi satu masalah dalam satu bidang ilmu
- Memenuhi kaidah penulisan ilmiah yang utuh ( rumusan masalah, pemecahan masalah, dukungan teori mutakhiran, kesimpulan dan daftar isi)
- Diterbitkan oleh Badan Ilmiah/Organisasi/Pergurua n Tinggi
- Memakai Bahasa Indonesia dan atau bahasa Inggris
- Memiliki Dewan Redaksi yang terdiri dari para ahli dama bidangnya
- Memiliki ISSN
- Diedarkan secara nasional

Namun ada pengecualian, di Pedoman akreditasi jurnal yang terbaru (SK Dirjen Dikti no. 49/Dikti/Kep/2011) menjelaskan bila suatu jurnal memuat berbagai kajian yang berpendekatan antar disiplin ( saling berkaitan dan terfokus pada satu permasalahan ) seperti contohnya kajian otonomi daerah, lingkungan dan bioteknologi tidak dianggap jurnal berbunga rampai. Jurnal multi disiplin atau bunga rampai dianggap tidak besar dampak ilmiahnya bagi pemajuan disiplin ilmu, sehingga artikel yang dimuat di jurnal yang demikian (walaupun jurnal tersebut memiliki ISSN) kalopun diberi KUM sangat kecil nilainya, ketentuan ini berlaku sama untuk penetapan KUM pengusulan AA atau Lektor atau Lektor Kepala atau GB. Angka kredit bidang B adalah angka kredit maksimum, jadi kum untuk artikel yang dimuat dalam jurnal nasional tidak terakreditasi nilainya bisa berkisar dari 0-10. Untuk itu kalo mau lancar peroleh kUM pasang aja di jurnal nasional (terakreditasi atau tidak terakreditasi Dikti) yang memenuhi kriteria di atas ( dikhawatirkan jumpa tim penilai yang langsung menolak beri kum pada jurnal multi disiplin, ada beberapa materi sosialisasi perhitungan angka kredit yang dibuat tim penilai sangat menekankan “substansi satu masalah dalam satu bidang ilmu”).

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.