Apakah ada perbedaan alokasi tunjangan buat dosen pelajar yang studi lanjut dalam dan luar negeri ? Kalimat ini sering dipertanyakan para dosen pelajar.

Tadi juga ada pertanyaan di FB Group DI bahwa tunjangan fungsional bagi yang tugas belajar di Luar Negeri dipotong sementara yang dalam negeri tunjangan fungsional diganti dengan tunjangan pendidikann jadi sama dengan tidak dipotong?

Apakah betul tudingan di atas ?
agar jangan sampai terjadi kesalah-pahaman yang berkelanjutan bahwa dosen pelajar dalam negeri ada terima tunjangan fungsional dosen sementara yang luar negeri tidak dapat, saya rasa ada perlunya saya beri sedikt penjelasan:

Keppres no. 57 tahun 1986 mengatur bahwa setiap PNS yang melaksanakan tugas belajar dalam negeri berhak terima tujangan tugas belajar yang besarnya sama dengan tunjangan jabatan fungsional terakhir ( pasal 1 item 1 dan 2 ), harap perhatikan tunjanng fungsional dosen berbeda dengan tunjangan profesi dosen yang kita terima setelah Serdos. Tunjangan fungsional dosen adalah tunjangan jabatan yang hanya diterima PNS dosen (tanpa harus serdos asal berstatus PNS dan memiliki jafung AA, Lektor, LK dan GB) besarannya sesuai dengan Perpres no. Perpres no. 65 tahun 2007 tentang tunjangan dosen yaitu AA 375.000, Lektor 700.000, LK 850.000, dan GB 1.350.000. Sementara Tunjangan Akademik dosen atau profesi dosen adalah tunjangan yang diterima oleh dosen yang sudah memiliki Sertifikat Dosen dari Dikti yang besarnya sama dengan 1x gaji pokok.

Mari kita bedah, tunjangan tugas belajar dan tunjangan untuk keluarga yang ditinggalkan telah dijabarkan dalam Permendiknas no. 48 tahun 2009 pasal 11 dan Surat keputusan Direktur Diktendik no. 481/D4.4/2010 (bagi BPPS dalam negeri) dan SK no 1185.1/D4.4/2010 (bagi dosen S2/S3 luar negeri), link-linknya ada saya sertakan di bawah tulisan ini.

Sama-sama biaya pendidikan ditanggung Pemerintah namun untuk yang studi di LN adalah at cost (sesuai tuition fee University di tempat ybs studi lanjut) sementara untuk dosen pelajar dalam negeri ditentukan tunjangan biaya kuliah maksimum at cost per bulan untuk S2 = 1.250.000,– dan S3=1.500.000,–(tak cukup ya dipotong dari dana komponen tunjangan biaya hidup), sama-sama peroleh tunjangan biaya hidup sesuai dengan kondisi tempat tugas belajar, tunjangan keluarga dan beras bagi PNS ( baik yang tugas belajar dalam atau luar negeri sama-sama dapat dengan ketentuan yang sama yaitu 100% gaji bersih bagi yang sudah berkeluarga dan 50% bagi yang masih lajang), tunjangan buku ditetapkan per kondisi negara, tunjangan kesehatan (malah yang luar negeri ditanggung lebih lengkap karena at cost, di dalam negeri yang PNS ya askes, dosen swasta katanya selayaknya ya cuma bisa doarin jangan sakit). Perhatikan yang tugas belajar dalam negeri tunjangan biaya hidup baik S2 maupun S3 sama-sama Rp. 1.050.000 perbulan (memang lebih bagus dari yang diatur dalam Keppres no. 57 tahun 1986, kecuali GB namun GB kan tak tugas belajar lagi kan, jadi 1.050.000 inilah pengganti tunjangan jabatan dosen jabaran dari ketentuan Keppres 57 tahun 1986, bukan tunjangan serdos). Coba kita lihat yang tugas belajar di Australia tabel SK no. 1185 menunjukkan tunjangan biaya hidup per bulan Aud 1.750 ya memang juga pas-pasan, kalo sharing kamar keci dengan teman sebulan juga butuh sekitar Aud 700, biaya makan sebulan juga hampir segitu, ada sisa tentu harus juga beli keperluan hidup seperti peralatan cuci, mandi telp dll. Yang dalam negeri kalo harus bayar sewa kamar, dari 1.050.000 wah sudah habis sebagian (itupun sharing kamar kecil dengan teman), sisanya bisa cukup untuk uang makan dan kebutuhan lain sudah alhamdulillah.

Jadi tak ada dosen yang berhak (diberi keistimewaan)dapat tunjangan akademik/profesi dosen (baik studi lanjut dalam atau luar negeri) apabila tugas belajar di atas 6 bulan sesuai dengan Permendiknas no 48 tahun 2009 dan Pedoman tugas belajar no. 4159/A4.3/KP/2010.

Bacaan :
a. Perpres no. 65 tahun 2007 tentang tunjangan dosen
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Perpres65-2007Tunjangan.pdf

b. PP 41 tahun 2009 tentang tunjangan profesi Guru dan dosen, tunjangan khurus guru dan dosen dan tunjangan kehormatan profesor
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/PP41-2009Tunjangan.pdf

c. Permendiknas no. 18 tahun 2008 tentang penyaluran tunjangan profesi dosen
http://luk.tsipil.ugm.ac.id/atur/Permen18-2008TunjanganProfesiDosen.pdf

d. Permendiknas no. 48 tahun 2009 tentang Pedoman pemberian tugas belajar bagi pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Pendidikan Nasiona
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Permen48-2009.pdf

e. Surat keputusan Direktur Ditnaga(Diktendik) No. 1185.1/D4.4/2010, 10 Mei 2009: Penetapan Standar Biaya Program Beasiswa Magister/Doktor (S2/S3) Luar Negeri
http://luk.tsipil.ugm.ac.id/atur/Dirnaga1185.1-D4.4-2010.pdf ( semua allowance untuk dosen pelajar luar negeri ada di sini )

f. Surat keputusan Direktur Ditnaga (Ditendik) No. 481/D4.4/2010, 19 Februari 2010 tentang Penetapan Besaran Beasiswa Program Pendidikan Pascasarjana (BPPS) di Lingkungan Ditjen Dikti http://luk.tsipil.ugm.ac.id/atur/Dirnaga481D4.4-2010.pdf
kalau sk 481 broken linknya bisa ambil di no.g

g. Panduan BPPS tahun 2011 ( komponen BPPS di tabel 3.2 halaman 13)
http://beasiswa.dikti.go.id/bpps/public/upload/Panduan%20BPPS%202011.pdf

h. Keppres no. 57 tahun 1986 tentang tunjangan tugas belajar bagi tenaga pengajar biasa
http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=2&ved=0CBwQFjAB&url=http%3A%2F%2Fwww.uns.ac.id%2Fdownperaturan.php%3Fid%3D60&
ei=a4DnTbvsA5K8sQPG4q3wDQ&usg=AFQjCNGSNi0oJFq-P6EBDZ30K0F3U_PjNg

i. Pedoman tugas belajar no. 4159/A4.3/KP/2010
http://www.dikti.go.id/tatalaksana/upload/Surat%20Edaran%20Pedoman%20Tugas%20Belajar%20bagi%20PNS.pdf
Pemberhentian tunjangan tugas belajar silakan baca item 2, prosedur pengaktifan kembali silakan baca item 4

Semoga bermanfaat, salam, Fitri.

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

7 Comments

  1. Feri Adriyanto says:

    Sebuah topik bahasan yg menarik dan masih menjadi topik yg hangat utk didiskusikan. Membaca produk-produk hukum yang ibu sampaikan di atas terkait dg terminologi Tugas Belajar dan Ijin Belajar, saya pernah mendapatkan informasi dari salah seorang dosen bahwa di Univ nya semua dosen tidak dipotong Tunjangan Fungsional nya di bulan ke 7 karena Univ nya berargumen bahwa dosennya hanya diberi Ijin Belajar shg Tunjangan Fungsional tidak dipotong. Padahal dosen2 tsb tidak terbatas studi di dalam negeri tapi di luar negeri. Untuk yang di dalam negeri sangat jelas, Tunjangan Fungsional di potong dan diganti menjadi Tunjangan Belajar Sedangkan yang studi di luar negeri harusnya tetap sama Tunjangan Fungsional pun di potong di bulan ke 7 tapi tunjangan terebut masih tetap diberikan kepada dosen-dosen. Kira-kira hal tersebut menyalahi hukum atau tidak ya? atau kah saya salah dalam menafsirkan produk-produk hukum tersebut?argumentasi yang saya dengar bahwa hal tersebut dilakukan (scr kolektif) oleh univ demi kemanusiaan krn dosen-dosen studi di luar negeri sangat memerlukan bantuan finansial utk kelangsungan studi dan risetnya.
    Setahu saya, pernah terjadi kasus dimana dosen PNS tugas belajar ke suatu negara dan karena kesalahan administrasi dari kampus di Indonesia shg ybs tidak dipotong Tunjangan Fungsionalnya. Kasus tersebut ketahuan setelah ybs kembali dari studinya dan diminta untuk mengembalikan uang tsb dg cara menyicil. Kasus yang malah ysb selain diminta untuk mengembalikan uang ke negara juga kena pinalty dg denda dua kali lipat.
    Terima kasih

    • Fitri says:

      Thank you Pak Feri Adriyanto, pertanyaan ini cukup menarik sudah saya tanggapi di GDI dan share ke milis DG, milis evaluasi dan milis Kopertis 4. Jawabannya saya tempatkan di laman depan http://www.kopertis12.or.id aja karena banyak teman studi lanjut yang masih butuh info seperti ini, saya beri judul ” Seputar Tunjangan Fungsional Dosen & Tunjangan Profesi Dosen bagi Dosen Studi Lanjut.” Sekali lagi terima kasih. Salam, Fitri

  2. Feri Adriyanto says:

    Terima kasih bnyk Bu Fitri atas penjelasannya yg lengkap. Semoga bs menjadi sarana pembelajar bagi kita semua. Aamin

  3. Fatoni says:

    Kalau dari penjelasan beberapa narasumber, memang bisa dianalisa kenapa ketika studi di LN tidak dpt tunjangan belajar.
    Tetapi saya blm pernah melihat 1 pasal / aturan yg benar-benar menjelaskan, bahwa ketika studi di LN, tunjangan belajar tidak diberikan
    Kalau kita lihat di Per Mendiknas 48 / 2009
    Pasal 1, ketentuan umum :

    12. Tunjangan belajar adalah tunjangan yang diberikan kepada PNS yang
    melaksanakan tugas belajar baik di dalam maupun di luar negeri.

    Pasal 14

    Hak pegawai pelajar adalah:
    a. mendapat biaya tugas belajar;
    b. mendapat kenaikan pangkat;
    c. mendapat kenaikan gaji berkala;
    d. mendapat penilaian dalam DP3;
    e. mendapat tunjangan belajar;
    f. masa menjalani tugas belajar tetap dihitung sebagai masa kerja.

    disini tidak ada penjelasan, tunjangan belajar khusus untuk yg DN saja
    Selain itu, komponen2 yg menjadi hak, sudah jelas per itemnya, sehingga kalau dr analisa “sebagian tunjangan belajar / biaya hidup” untuk menutupi kekurangan “biaya kuliah” menjadi tidak “pas” secara “peraturan”

    • Fitri says:

      Pak Fatoni, mohon maaf berhubung semalam sangat sibuk, pertanyaan Bapak baru sempat saya tanggapi pagi ini:

      A. Tunjangan Tugas Belajar:
      Kalo kita baca Perpres no. 12 tahun 1961 pasal 14 dan pasal 16 semua PNS tugas belajar ke LN yang dapat tunjangan belajar.
      http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Perpres12-1961.pdf

      Sayangnya kemudian terbit Kepres no. 57 tahun 1986 yang khusus mengatur tunjangan belajar dosen hanya dosen tugas belajar dalam negeri yang disinggung
      http://www.bphn.go.id/data/documents/86kp057.doc

      Permendiknas no. 48 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemberian Tugas Belajar Bagi PNS di lingkungan Depdiknas
      http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Permen48-2009.pdf
      - Pasal 1, ketentuan umum butir (12)
      Tunjangan belajar adalah tunjangan yang diberikan kepada PNS yang melaksanakan tugas belajar baik di dalam maupun di luar negeri.
      - Pasal 14 Hak pegawai pelajar adalah:
      butir (e) mendapat tunjangan belajar; disini tidak ada penjelasan, tunjangan belajar khusus untuk yg DN saja

      Atas dasar rujukan no. 57 tahun 1986 membuat tunjangan belajar dosen LN tak pernah disinggung lagi, dianggap kebutuhan dosen pelajar sudah tercover dengan beasiswa yang diberikan. Perlu saya sampaikan tunjangan LN untuk dosen sempat dibayar dengan berpedoman pada Perpres no. 12 tahun 1961 bahkan sampai tahun 2009 di pedoman tugas belajar ke LN dari Kepegawaian Kemdiknas masih cantumkan tunjangan tugas belajar sebagai hak dosen pelajar LN, namun setelah yang berwenang menemukan Kepres no. 57 tahun 1986 yang special mengatur tunjangan belajar dosen ternyata masih hidup dan isinya tak ada singgung tunjangan belajar utk dosen studi lanjut di LN, Kepres posisinya di atas Permendiknas, maka pedoman sejak tahun 2010 tentang tunjangan belajar sudah berubah dengan merujuk pada Kepres lama tersebut.

      B. Tunjangan fungsional dosen:
      Pemberhentian sementara tunjangan fungsional untuk yang tugas belajar:
      - Keppres no. 9 tahun 2001 tentang tunjangan dosen pasal 5 butir 2
      http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Keppres9-2001Tunjangan.pdf
      - Perpers no. 65 tahun 2007 tentang tunjangan dosen pasal 7 butir 2
      http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Perpres65-2007Tunjangan.pdf
      - Perka BKN no. 39/2007 Bab III ayat 2
      http://www.bkn.go.id/ bisa dapat di Perka BKN tahun 2007
      - Pedoman tugas belajar terbitan Kepegawaian Kemdiknas no. 2010,
      Pemberhentian tunjan fungsional dosen Baca II kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat halaman sebelah kiri tugas belajar item no. 4
      http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/06/trisno-zuardi-studi-lanjut-bagi-pns-dosen.pdf,

      C. Tunjangan Profesi Dosen:
      Pemberhentian tunjangan profesi dosen merujuk pada ketentuan:
      UU Guru dan dosen pasal 51 ayat (1) dan pasal 52 ayat (1)
      http://luk.tsipil.ugm.ac.id/atur/UU14-2005GuruDosen.pdf
      Penjelasannya silakan baca Surat edaran Dikti no. 23327 tahun 2009 tentang penegasan dari aspek kepegawaian tentang dosen tugas belajar butir (2) b
      http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2011/04/edaran-dikti-23327-a45-kp-2009.pdf

      Semoga bermanfaat, salam, Fitri

  4. chemeng says:

    Trimakasih bu Fitri atas infonya. Pada kenyataanya saya yang belajar di Malaysia dapat beasiswa dari dikti RM 1300/bulan. Sedangkan berdasarkan Standar dikti RM2000/bulan. Sudah pas-pasan dikurangin lagi. Bagaimana ini? http://luk.tsipil.ugm.ac.id/atur/Dirnaga1185.1-D4.4-2010.pdf

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.