Telah terbit :

Kepmendiknas No. 56/E/0/2011 tentang Pencabutan Ijin Penyelenggaraan PRogram Magister (S2) Manajemen IMNI di Jakarta atas Pelanggaran terhadap Kepmendikbud no. 109/D/0/1993 dan UU No. 20 tahun 2003 pasal 67.

Lengkapnya silakan baca :
Pencabutan Ijin Program Studi Manajemen Jenjang S2 STM IMNI di Jakarta
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2011/04/sk-cabut-izin.pdf

Fitri

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

24 Comments

  1. wida says:

    bagaimana nasib2 lulusan S2 STM IMNI jakarta yang sudah memiliki ijazah apakah ijazahnya sah dan diakui oleh negara ? mohon penjelasannya karena kami sebagai lulusannya merasa resah. trimakasih

    • Fitri says:

      Secara hukum ijazah yang terbit pada saat ijin penyelenggaraan belum dicabut adalah sah (diakui negara). Harap hal ini bisa dipahami para pengguna lulusan S2 STM IMNI sehingga tidak ada alumninya yang dirugikan.
      Sukses selalu, salam hangat, Fitri

  2. wida says:

    Trima kasih atas penjelasannya

  3. yuyun says:

    bagaimana dengan nasib mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan dan sekarang dalam tahap akhir penulisan tesis, sementara kalo konfersi ke perguruan tinggi lain akan memakan waktu lama, mohon penjelasannya karena menyangkut ratusan orang mahasiswa IMNI yang nasibnya jd ngambang trima kasih

    • Fitri says:

      Dear Dik Yuyun, kami sangat prihatin apa yang dialami adik dan teman-teman. Keputusan pencabutan ijin terpaksa dilaksanakan karena merupakan satu-satunya jalan untuk menghindari terjadi hal-hal yang justru akan merugikan lulusan mendatang. Konversi ke PT lain memang akan memakan waktu namun bila itu sudah merupakan cara terbaik harus kita jalankan. Dikti sudah lama menerima pengaduan dari masyarakat dan pengambilan keputusan ini sudah mempertimbangkan berbagai aspek, kami yang di daerah tentu akan mematuhi keputusan yang sudah ditetapkan pusat.
      Semoga adik dan teman-teman banyak sabar dan tabah, yakinlah apa yang kelihatan seperti merugikan saat ini kelak bisa berubah jadi menguntungkan, karena dalam kehidupan ini sudah sering kejadian yang buruk saat ini mendatangkan kebaikan di hari depan. Doa saya untuk adik dan teman-teman yang lagi tertimpa cobaan ini, harap tetap tekun menuntut ilmu semoga lancar dalam segala urusan dan memperoleh apa yang dicita-citakan, sukses selalu, amin.
      Salam kompak untuk adik dan teman-teman, Fitri

  4. dadang says:

    bagaimana penggunaan gelar MMPd yang digunakan selama ini apakah syah, legal ? mengingat berdasarkan SK MENDIKNAS No 109/D/O 1993 gelar STM IMNI adalah MM, Mhn penjelasan

    • Fitri says:

      Dik Dadang, sangat sorry penulisan gelar semacam itu tidak sah, penjelasannya silakan baca penjelasanku kepada Dik Sadili di atas tulisan ini.
      Sorry for it, salam, Fitri

  5. Arul says:

    apakah Perguruan Tinggi yang batas akreditasinya berakhir tahun 2009 dan tidak berstatus akreditasi disedang diperpanjang, masih dapat menerbitkan Ijasah pada tahun 2010? dan bagai mana status (pengakuan ijasah tersebut) ?

    • Fitri says:

      Dik Asrul, maksudnya akreditasi BAN-PT atau akreditasi (pengakuan) ijin penyelenggaraan dari Dikti. Kalo masa akreditasi Ban-PT habis namun ijin penyelenggaraan Dikti masih hidup masih boleh terbit ijazah, cuma ijazah yang terbit pada masa vakum akreditasi ban-pt (sedang mati sknya) tak bisa lamar kerja CPNS dan untuk kenaikan jenjang jabatan/kepangkatan PNS juga takdibisa pakai karena mereka minta ijazah terakreditasi Ban-PT, untuk pakai ke swasta umumnya tak masalah. Namun bila ijin penyelenggaraan kena cabut itu tak boleh terbit ijazah lagi.
      Salam, Fitri

  6. Sadili says:

    kami merasa RESAH dan kecewa dengan keputusan MENDIKNAS No. 56/E/O/2011 pencabutan ijin penyelenggaraan Program Manajemen S 2 STM IMNI. Apakah dengan gelar MMPd yang disandang lulusan apakah SYAH dan diakui NEGARA (DIKTI/KOPERTIS). Bagaimana pertanggungjawaban lembaga ? Trms banget

    • Fitri says:

      Dear Dik Sadili,
      Penulisan gelarnya tak benar, dalam gelar pendidikan Indonesia tak mengenal tulisan double M, gelar S2 ditulis dengan huruf M. (M diikuti titik) lalu diikuti insisial prodi atau bidang ilmu terkait. Gelar yang tak sah kalo lamar ke instansi pemerintah pasti ditolak, kalo ke swasta bagi yang pengusaha swasta yang tak tahu mungkin masih bisa terima.
      >>>
      Perhatikan tatacara penulisan gelar Magister (S2) di Indonesia:
      PP No, 17 tahun 2010
      http://www.kemdiknas.go.id/media/100342/pp%2017%20tahun%202010%20_ii_.pdf
      Pasal 98 tentang penggunaan gelar perguruan tinggi dalam negeri:
      (2) Gelar untuk pendidikan akademik terdiri atas:
      a. sarjana, yang ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf S. dan diikuti dengan inisial program studi atau bidang ilmu;
      b. margister, yang ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf M. dan diikuti dengan inisial program studi atau bidang ilmu;
      c. doktor, yang ditulis di depan nama yang berhak dengan mencantumkan singkatan Dr.
      >>>
      Kepmendiknas No. 178/U/2001 tentang Gelar dan Lulusan Luar Negeri
      http://dikti.go.id/old/index.php?option=com_content&task=view&id=61&Itemid=11
      Pasal 7
      Penggunaan gelar akademik Sarjana dan Magister ditempatkan di belakang nama yang berhak atas gelar yang bersangkutan dengan mencantumkan huruf S., untuk Sarjana dan huruf M. untuk Magister disertai singkatan nama kelompok bidang keahlian.
      >>>
      Sanksi Penyalahgunaan gelar terdapat di sini :
      UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
      http://dikti.go.id/tatalaksana/upload/uu_20_2003.pdf
      Pasal 21
      (6) Gela akademik, profesi, atau vokasi yang dikeluarkan oleh penyelenggara pendidikan yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dalam ayat (1) atau penyelenggara yang bukan perguruan tinggi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dinyatakan tidak sah.
      >>>
      Sorry for it, salam, Fitri

  7. Obing hobir says:

    Tolong Penjelasan :
    Lulusan IMNI sebelum pencabutan bagaimana syah atau tidak ?

    • Fitri says:

      Dik Obing,
      Yang dicabut adalah prodi Magister (S2) Manajemen, kalo prodi S1 Manajemen dan Akuntansi tidak dicabut izinnya.
      Izin pendirian program S2 yang diberikan adalah untuk program Manajemen umum (bidang ilmu ekonomi) kemudian disalah gunakan izin ini untuk membuka dan menyelenggarakan prodi Manajemen Pendidikan berarti tak sesuai dengan ijin prodi yang diberikan. Sehingga gelar (MMPD)nya tidak bisa dipakai ( bukan hanya penulisan gelar yang tak sesuai), yang paling fatal ijinnya juga dianggap tidak sah menurut UU Sisdiknas (UU no. 20 tahun 2003) pasal 21 ayat 1 dan 5. Untuk dipakai di instansi pemerintahan kemungkinan besar ditolak, hanya bisa dipergunakan di swasta yang kadang tidak menuntut keabsahan ijazah dan gelar.
      Sorry dik, salam, Fitri

  8. Arya Purnama says:

    Mohon informasi untuk hal yang memalukan ini..

    saya lulusan pasca sarjana IMNI Febuari 2010, sah atau tidak ijazah yang sudah saya pegang ini, kerena banyak pertanyaan dari beberapa perusahaan. terima kasih

    • Fitri says:

      Kalo menurut Dikti tidak sah karena prodi yang tercantum di ijazah berbeda dengan prodi yang tercantum di surat ijin penyelenggaranya. Instansi Pemerintah akan menolak, bagi perusahaan swasta yang tidak tahu atau tidak mempermasalahkan (kadang ada yang lebih mengutamakan hasil testing lamaran kerja) mudah-mudahan bisa diterima.
      Sorry for it, salam, Fitri

  9. eko wahyu says:

    Mohon informasinya apakah ini juga berlaku untuk STM IMNI Surabaya? Karena yang di surabaya, pakai brosur STM IMNI jakarta;
    Jl. Raya Pasar Minggu 234E dan Jl.Pinang Ranti 49 Pondok Gede.
    Saya mencoba mencari di website kopertis 7 surabaya kok tdk ada?
    Terima kasih.

  10. Siswahyuidanto says:

    Sy alumni Universitas Teknologi Surabaya, sy jg dpet gelar M.MPd, tpi krn sulit unt kenaikan dan surat ijin belajar, akhirnya sy pindah ke universitar Darul ‘ulum Jombang, progdi s2 sudah terakreditsi Dikti dan BAN PT, sy sangat lega walau biaya tinggi dan dobel. buat yuyun dan teman2 yg terlantar bisa niru aq nih. hub. sy di 085790282522 atau 081335422622

  11. aswin says:

    apa bila seorang Guru ( tenaga pendidik) masih mempergunakan gelar MMPd,apa sangsinya,terimakasih

    • Fitri says:

      Bukan guru aja semua warga negara Indonesia yang mempergunakan gelar yang diperoleh dari satuan pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan diancam hukuman paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500juta ( silakan baca UU no 20 tahun 2003/UU Sisdiknas pasal 68 ayat 2 http://luk.tsipil.ugm.ac.id/atur/UU20-2003Sisdiknas.pdf ). Yang jelas dalam Pendidikan Tinggi Indonesia tak mengenal gelar MMPd dan ijin prodi dari STM IMNI tersebut sudah dicabut. Selama tak ada yang mengadukan memang bisa aja tak terpantau Dikti atau alat negara sehingga aman-aman aja, namun Dikti sudah mengumumkan tak akui gelar tersebut sehingga bagi yang berstatus PNS tetap tidak bisa dipakai untuk penyesuaian kenaikan pangkat walaupun tak dibawa ke pengadilan/tak diperkarakan/diadukan.
      Sekian penjelasan saya, terima kasih, salam, Fitri

  12. nurkolis says:

    bagaimana nasib saya yng sudah di sidang s.2tanggal 5 januari 2011 dengan gelar M.MPd.tapi belum di wisuda dari STM IMNI jakarta apa tidak berlaku,dan apakah bisa pindah ke perguruan tinggi yang lain,mhn penjelasannya,karena saya adalah seorang guru di kab cirebon,mks

    • Fitri says:

      Dik Nurkolis, yang sudah terima ijazah juga sama nasib tak bisa pergunakan ijazah dan gelar tersebut. Untuk transfer ke perguruan tinggi ke PTN tidak mungkin, ke PTS kalo yang belum tahu kasus STM IMNI masih bisa mereka terima transfer kredit, sedapat mungkin cari aja PTS yang sudah terakreditasi BAN-PT kalo tidak akan sia-sia dana dan waktu karena untuk kenaikan karir hanya bisa pergunakan ijazah yang ada ijin operasi Dikti dan terakreditasi BAN-PT.
      Sabar ya Nurkolis, semoga ke depan akan lancar dan selalu sukses, amiin YRA.
      Salam hangat, Fitri.

  13. RUDI says:

    MBK FITRI YTH.
    SY JGA DAPAT GELAR MMPd LULUSAN 2007, APA SAH ATO TIDAK? KAN IJIN BARU DICABUT 2011. TRIMS ATS PENJLSANNYA

    • Fitri says:

      Dik Rudi masalahnya PT ini membuka prodi tidak sesuai dengan nama yang tertera di SK ijin penyelenggaranya sehingga gelar tersebut tak diakui Dikti. Tapi dik, asal ijazah tersebut bukan dipakai untuk lamar CPNS atau pengusulan kenaikan jabatan/pangkat, dipakai di swasta mudah-mudahan masih bisa karena biasanya swasta tak gitu peduli latar belakang gelar. Kalo tempat kerja adik tak masalahkan gelar ini tak usah terlalu risau.
      Salam, Fitri

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.