Jepang Siaga Bencana Nuklir
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/386744/38/
Sunday, 13 March 2011
MINAMISOMA– Pemerintah Jepang dalam siaga penuh menghadapi kemungkinan bencana nuklir setelah terjadi ledakan di fasilitas nuklir Fukushima kemarin pagi. Ledakan reaktor nuklir itu akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan 8,9 Skala Richter (SR) diikuti gelombang tsunami yang meluluhlantakkan wilayah timur laut Jepang Jumat lalu (11/3). Sekretaris Kabinet Jepang Yukio Edano menyatakan ledakan telah membuat Jepang harus ”menghadapi situasi serius”.
Bagaimanapun, ledakan berpotensi menimbulkan bencana nuklir. Reaktor nuklir No 1 Fukushima meledak kemarin pagi. Sedikitnya 4 pekerja terluka dalam insiden tersebut. Dugaan sementara, ledakan disebabkan sistem pendingin yang gagal berfungsi menyusul gempa dan tsunami dua hari lalu. Perdana Menteri (PM) Jepang Naoto Kan langsung meninjau lokasi dari helikopter di atas fasilitas nuklir tersebut. Khawatir dampak ledakan meluas, Kan meminta warga yang tinggal pada radius 10 km dari fasilitas nuklir untuk segera dievakuasi.
Sedikitnya 83.000 orang tinggal di sekitar fasilitas nuklir Fukushima. Situasi di Prefektur Fukushima membuat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) merilis pernyataan terbuka pada situs resmi mereka,Jumat (11/3). IAEA menegaskan gempa bumi dan tsunami telah mematikan sumber energi reaktor Daiichi,Fukushima. Bertepatan dengan ledakan kemarin pagi, Badan Keselamatan Industri dan Nuklir Kementerian Ekonomi,Perdagangan dan Industri Jepang menerima laporan bahwa ruang kontrol reaktor No 1 Fukushima mengindikasikan radiasi cukup tinggi.
Begitu pula yang disampaikan Komisi Keselamatan Nuklir Jepang seperti dilansir Kantor Berita Kyodo. Disampaikan, level radioaktif di reaktor No 1 Fukushima telah naik 20 kali lebih besar dari biasanya. Bila angka terus naik,uap radioaktif dikhawatirkan dapat meluas di sekitar fasilitas yang dioperasikan Tokyo Electric Power (Tepco) tersebut. Sehari sebelumnya, sistem pendingin reaktor di dua fasilitas nuklir Fukushima mengalami kerusakan. Rusaknya sistem pendingin diketahui beberapa saat pascagempa bumi disusul tsunami.
Salah seorang istri korban luka dalam insiden ledakan reaktor Fukushima,Jany Eudy, mengaku ketakutan saat mendengar suara ledakan dari arah fasilitas nuklir. ”Bagi saya, itu (suara ledakan) bagai neraka di atas bumi,” katanya kepada CNN. Janie, suaminya, dan sejumlah warga lain mengaku ingin segera menjauh dari kawasan fasilitas nuklir karena takut dampak radiasi kian luas. Kabar tentang ledakan di fasilitas nuklir Fukushima telah meluas ke negara- negara sedunia.
Karena panik dan kurangnya informasi, publik lantas mengaitkan insiden ledakan Fukushima dengan bencana nuklir terburuk sepanjang sejarah dunia, Chernobyl. Petaka nuklir Chernobyl 1986 maupun Three Mile Island 1979 sepertinya bakal terulang lewat insiden ledakan reaktor nuklir Fukushima, demikian kesimpulan sederhananya. Persepsi itu tidak salah.Namun, ada baiknya masyarakat menyimak paparan beberapa ilmuwan. Karena ilmuwan memiliki paparan berupa bukti, perhitungan angka, dan pengukuran secara ilmiah. Seperti disampaikan editor energi The GuardianTerry Macalister.
”Lebih baik tidak mengambil kesimpulan terburuburu bahwa (ledakan reaktor nuklir) Fukushima bisa mengulang krisis nuklir separah Chernobyl,” katanya seperti dilansir The Guardiankemarin. Beberapa orang bilang,”desain” peristiwa Fukushima mirip dengan Chernobyl. ”25 tahun setelah insiden, Chernobyl tetaplah sistem radioaktif yang sangat besar. Itu (Chernobyl) akan sulit dibongkar atau dinonaktifkan,” sahutnya. DariWina dilaporkan, Jepang sudah menginformasikan perkembangan terbaru ledakan Fukushima kepada Pusat Darurat dan Insiden (IEC) yang berada di bawah naungan IAEA.
”Mereka (Jepang) kini masih berupaya menanggulangi perluasan efek (ledakan) di pusat reaktor,”papar pejabat IEC dalam pernyataan tertulis. Meski begitu, Jepang tidak memberikan penjelasan mengenai penyebab, sumber ledakan, dan paparan detail lain. ”Pejabat (Jepang) ikut menginformasikan bahwa mereka sedang mempersiapkan pendistribusian iodin bagi warga di sekitar zona ledakan,” papar IEC lagi. IAEA secara khusus menyampaikan kesiapan mengirim bantuan ke Jepang, khususnya untuk menanggulangi ledakan Fukushima.
Namun, bantuan baru akan diberikan ketika diminta langsung oleh Pemerintah Jepang. Meski belum dipastikan penyebabnya, kemungkinan kebocoran gas di Fukushima terus diteliti para ahli nuklir sedunia. Kalau kebocoran gas sungguh terjadi, Jepang dan negaranegara lain harus bersiap atas sejumlah kemungkinan buruk. ”Bila radioaktif benar-benar terlepas, boleh jadi masalah akan meluas hingga Pantai Barat Amerika Serikat (AS),”kata analis energi Paul Patterson seperti dilansir Reuters. Menurut Patterson, insiden Fukushima tidak boleh diabaikan.”
Ini sangat serius,(karena) bisa memicu lelehnya reaktor nuklir,”tandas seorang ahli nuklir dari Carnegie Endowment for International Peace,Mark Hibbs. Lepas dari kemungkinan buruk yang bisa terjadi kapan saja, Hibbs menilai Jepang sanggup melampaui insiden dengan baik.”Mereka bisa menangani itu (ledakan Fukushima) dengan kontrol yang baik. Kami berharap Jepang tetap berada di atas koridor itu,”tandasnya. Sementara itu, hingga kemarin siang asap masih mengepul dari sumber ledakan yang berada sekitar 250 km timur laut Tokyo.
Penyebab utama dan apa yang terbakar dalam ledakan memang belum diketahui. Namun,ada beberapa dugaan yang menyebut bahwa ledakan dipicu tsunami Jumat lalu (11/3).Kemungkinan itu tidak boleh dihiraukan, demikian kata ilmuwan dari asosiasi energi dan lingkungan berbasis do London, Chatham House,Malcolm Grimston. Seorang ahli nuklir sekaligus anggota asosiasi nuklir dunia Ian Hore-Lacy memiliki pandangan sendiri.Menurut Lacy, ledakan bukan disebabkan kebocoran gas. ”Itu (ledakan) dipicu kebakaran pada sistem yang bermuatan hidrogen,” katanya kepada The Guardian.
”Pada dasarnya semua bergantung waktu karena yang baru terjadi adalah operator reaktor nuklir tidak sanggup mendinginkan sedikitnya dua pusat reaktor nuklir,” sahut Robert Alvarez, ilmuwan senior dari Institute for Policy Studies,Washington,AS. Penyebab ledakan reaktor nuklir Fukushima hingga kini pun belum bisa dipastikan. Masih ada banyak kemungkinan dan semua berharap, semoga segala kemungkinan sifatnya positif. ??anastasia ika

Gempa Jepang Geser Poros Bumi Sejauh 4 Inci
http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/11/03/13/169005-gempa-jepang-geser-poros-bumi-sejauh-4-inci
Ahad, 13 Maret 2011, 00:20 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO – Gempa bumi kuat disertai tsunami pada Jumat tak hanya meluluhlantakkan pesisir Jepang. Menurut US Geological Survey (USGS), gempa ini telah memindahkan pulau utama Jepang sejauh 2,4 meter dan me mengalihkan bumi dari porosnya. “Pada titik ini, kita tahu bahwa salah satu stasiun GPS pindah sejauh 8 kaki (2,4 meter), dan kita telah melihat peta dari GSI (Geospatial Information Authority) di Jepang menunjukkan pola pergeseran atas area yang luas konsisten dengan pergeseran di daratan, “kata Kenneth Hudnut, seorang ahli geofisika dengan US Geological Survey (USGS). Laporan dari National Institute of Geophysics and Volcanology di Italia memperkirakan gempa berkekuatan 8,9 pada skala Ritchter telah menggeser bumi pada porosnya dengan hampir 4 inci (10 cm). Gempa, yang melanda Jumat sore di dekat pantai timur Jepang, menewaskan ratusan orang. Air setinggi 30 kaki menyapu sawah, menelan seluruh kota, menyeret rumah ke jalan raya, dan melemparkan mobil dan kapal seperti mainan. Di beberapa bagian, gelombang tinggi itu masuk hingga sejauh 10 km ke daratan di Prefektur Miyagi di pantai timur Jepang. Gempa kali ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah Jepang dengan mengantarkan gelombang tsunami melintasi Samudera Pasifik, memicu peringatan tsunami untuk 50 negarahingga pantai barat Kanada, Amerika Serikat, dan Chile. Gempa memicu lebih dari 160 gempa susulan dalam 24 jam pertama – 141 berkekuatan 5,0 skala Richter atau lebih…dst

Berita Pagi 16 Maret 2011
Cermati Empat Imbauan Kemenlu!
Dua Ledakan Baru Bikin Kian Waswas
Tiga Hari Bertahan dengan Kacang dan Permen (kisah WNI di Jepang)
Susahnya Mendapat Surat Bebas Radiasi (kisah WNI di Jepang)
267 WNI Belum Diketahui Nasibnya
Menlu: Belum Ada Laporan WNI Terkontaminasi Radioaktif
Dunia Cemaskan Nuklir Jepang
Prancis : Ancaman Bahaya Nuklir Jepang “Sangat Tinggi”
AS Kirim Lagi Pakar-pakar Nuklir ke Jepang
Jepang Larang Penerbangan dalam Radius 30KM Reaktor Nuklir
Radiasi Dekat Reaktor Nuklir Kini Berbahaya Bagi Kesehatan
Fukushima bagai Kota Mati
Ini Dia Status PLTN Fukushima
Warga Dilarang Keluar Rumah (Radiasi lampau ambang batas)
Pusat Gempa Kali Ini di Shizuoka (gempa 15 Maret 2011)
Pemerintah tak Keluarkan Travel Warning ke Jepang
Indonesia Relatif Aman dari Radiasi
Ketangguhan Jepang Memukau Dunia (menghadapi 3 bencana sekaligus)
Perjuangan Universitas di Jepang Pascagempa & Tsunami
RS di Eropa siaga bantu pasien Jepang

Berita pagi 15 Maret 2011
300 WNI di Jepang Tak Jelas Rimbanya
Seluruh Peserta Magang di Jepang Dilaporkan Selamat
Nasib Dosen & Mahasiswa UGM di Jepang Tak Jelas
103 WNI di Jepang Akan Dievakuasi ke Jakarta Hari ini
Ketakutan Radiasi Nuklir Meluas
IAEA: Tak Ada Indikasi Kebocoran Nuklir Jepang Saat ini
Siaga akibat reaktor nuklir Jepang
Khawatirkan Radiasi, Warga Asing Mulai Eksodus Tinggalkan Jepang
Khawatir Radiasi, Singapura Periksa Makanan
Reaktor Fukushima no.3 juga meledak
Ada Radiasi, Kapal Induk AS Menyingkir
Ledakan Kedua Terjadi di Reaktor Nuklir
Dua Kampus Amerika di Jepang Ditutup
Di Minamisanriku, Belum Ada Kabar dari Setengah Penduduk Kota
Kisah Warga Jepang Mencari Keluarga Mereka Setelah Tsunami
Citra Satelit Sebelum-Sesudah Tsunami
2.000 Jenazah Ditemukan di Miyagi
Wapres Buka Simulasi Penanganan Gempa & Tsunami di Manado

Berita pagi 13 Maret 2011
Jepang Dilanda Panik Nuklir
Inilah Efek Radiasi Nuklir
Reaktor Nuklir Jepang Meledak
Jepang Siaga Bencana Nuklir
Ada 82 WNI di Dekat Reaktor Nuklir yang Terbakar.
Tsunami di Jepang KBRI Tokyo: 165 WNI Selamat, 331 Masih Dicari
WNI di Sendai Jepang Butuh Bantuan Makanan
Tenggelam Bersama Sendai
Reaktor Nuklir di Fukushima Kembali Bermasalah
Reaktor Nuklir Meledak, 140 Ribu Warga Jepang Dievakuasi
Ledakan di Reaktor Nuklir Jepang Tingkat 4, Berpengaruh Lokal
Pascagempa Jepang, Tiga Orang Terkena Radiasi Nuklir
Gempa Jepang Mempercepat Rotasi Bumi
Gempa Jepang Geser Poros Bumi Sejauh 4 Inci
Dunia Mulai Kirim Tim Bantuan Bencana ke Jepang
Kapal Perang Amerika Tiba di Jepang
Malaysia Juga Kirim Tim Penolong ke Jepang
Provinsi Termiskin Afghanistan Tawarkan Bantuan Ke Jepang
Indonesia Siap Bantu Jepang
Menko Kesra: Indonesia Siap Bantu Jepang
Pemerintah Kirim Tim ke Tokyo
BNPB Didesak Segera Kirim Bantuan ke Jepang
NU Jepang Buka Hotline 24 Jam
Ekor Tsunami Jepang Sampai ke Jayapura
Tsunami Rusakkan Seluruh Rumah di Pantai Holtekamp
Surat dari Tokyo

Tags

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

No Comments

    Leave a Comment

     

    You must be logged in to post a comment.